bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, WK Kellogg Co. akan menutup permanen fasilitas produksinya di Omaha, Nebraska, yang diperkirakan akan mengakibatkan hilangnya ratusan pekerjaan secara bertahap pada musim panas ini. Penutupan ini merupakan bagian dari rencana modernisasi rantai pasokan yang lebih luas.
Perusahaan telah mengajukan pemberitahuan Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) kepada Departemen Tenaga Kerja Nebraska, yang merinci rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring dengan penutupan pabrik tersebut. Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk melakukan pengurangan tenaga kerja secara bertahap sebelum menutup pabriknya secara permanen di 9601 F Street.
Penutupan ini akan menghilangkan total 451 posisi pekerjaan. Pemberitahuan tersebut juga menyebutkan bahwa PHK ini bersifat permanen dan perusahaan akan memberikan pesangon kepada karyawan yang terkena dampak. Karyawan yang terdampak mencakup pekerja yang diwakili oleh serikat pekerja maupun yang tidak.
Serikat pekerja yang mewakili karyawan unit tawar-menawar adalah Bakery, Confectionery, Tobacco Workers and Grain Millers, dan Local 50-G-nya. Pemberitahuan WARN menunjukkan bahwa penutupan pabrik Omaha akan memengaruhi berbagai peran di pabrik. Klasifikasi pekerjaan yang paling terdampak adalah operator mesin pengemas, dengan 60 posisi tercatat. Kelompok besar lainnya termasuk 50 karyawan transisi, 28 operator proses, 27 mekanik umum Omaha, 27 pemeriksa operator traktor, 22 pekerja tenaga kerja dan pasokan ruang pengemasan, serta 20 karyawan tenaga kerja proses.
Pemberitahuan tersebut juga mencatat pemutusan hubungan kerja untuk mekanik, petugas kebersihan, supervisor, manajer operasi pabrik, pekerja gudang, insinyur, peran keuangan, peran SDM, peran hubungan industrial, serta posisi kualitas dan keamanan pangan. Penutupan pabrik Omaha merupakan bagian dari rencana yang lebih luas yang diumumkan WK Kellogg pada Agustus 2024 untuk memodernisasi rantai pasokannya.
Penurunan penjualan sereal dingin telah terjadi selama beberapa dekade, kecuali peningkatan singkat selama pandemi ketika lebih banyak orang makan sarapan di rumah. Konsumen Amerika membeli hampir 2,5 miliar kotak sereal dalam 52 minggu yang berakhir pada 3 Juli 2021, namun angka tersebut turun lebih dari 13% menjadi 2,1 miliar kotak pada periode yang sebanding di tahun 2025. Pergeseran kebiasaan sarapan konsumen Amerika menuju makanan yang lebih kaya protein dan kurang diproses, serta perhatian yang lebih besar terhadap gula tambahan dan pewarna buatan, turut memengaruhi industri ini.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.