bytedaily - Melansir laporan dari tekno.sindonews.com, BDx Data Centers merupakan operator pusat data yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan yang berdiri pada 2019 itu mengembangkan AI Campus 2 atau CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta, dengan kapasitas 640 megawatt (MW) dan nilai proyek yang disebut mencapai Rp3,5 triliun.
Pembangunan proyek tersebut dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah inspeksi pada 28 September 2026. Penghentian dilakukan karena analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum terbit. Dedi menyampaikan agar pembangunan tidak dilanjutkan sebelum kedua dokumen itu tersedia.
Selain persoalan perizinan, pusat data itu diperkirakan memerlukan air sebanyak 384 liter per detik dari sistem Waduk Jatiluhur saat beroperasi penuh. Waduk tersebut mengairi sekitar 242.000 hektare sawah dan memasok sekitar 82 persen kebutuhan air baku Jakarta. Kebutuhan listrik pusat data itu disebut lebih dari tiga kali kapasitas PLTA Jatiluhur.
Nama BDx merupakan singkatan dari Big Data Exchange. Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola sejumlah aset pusat data milik investor di Hong Kong serta proyek baru di Nanjing, China. BDx dimiliki I Squared Capital, perusahaan ekuitas swasta di bidang infrastruktur asal Amerika Serikat yang berdiri pada 2012. BDx menyatakan pemiliknya mengelola aset senilai lebih dari 60 miliar dolar AS.
BDx menyediakan layanan kolokasi, pembangunan pusat data sesuai kebutuhan pelanggan, layanan terkelola, dan cloud hibrida. Perusahaan mengklaim memiliki 18 pusat data yang beroperasi dan terkontrak, serta 50 situs edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan. Pada Juni 2026, BDx juga menyebut memiliki dua lahan siap daya dengan kapasitas jaringan lebih dari 1,2 GVA.
BDx memasuki pasar Indonesia pada Mei 2022 melalui perusahaan patungan senilai 300 juta dolar AS bersama PT Indosat Tbk dan PT Aplikanusa Lintasarta. Perusahaan bernama BDx Indonesia itu kini dipimpin CEO Agus Hartono Wijaya. Pada 2024, BDx Indonesia mengambil alih portofolio pusat data dan situs edge Indosat di Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang.