bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki potensi untuk membuka akses pasar baru bagi para petani dan peternak lokal. Kebutuhan bahan pangan yang diperlukan oleh dapur MBG diperkirakan dapat memacu peningkatan produksi pertanian dan peternakan, sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih baik di tingkat pedesaan.
Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobi Lianto, kehadiran dapur MBG di desa-desa dapat mendorong para petani untuk meningkatkan hasil produksi mereka demi memenuhi kebutuhan pangan secara rutin. Ia menambahkan bahwa program ini akan memotivasi petani lokal untuk bekerja lebih giat dalam mempersiapkan pasokan pangan.
Bobi Lianto menjelaskan bahwa permintaan bahan baku yang berkelanjutan dari program MBG akan membuka peluang bagi petani dan peternak lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok. Pasokan yang berasal dari wilayah sekitar dinilai lebih efisien, terutama bagi daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur.
Lebih lanjut, penguatan rantai pasok lokal juga didukung melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa hasil produksi petani dan peternak dapat dikonsolidasikan melalui koperasi. Hal ini bertujuan agar pasokan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat terpenuhi secara rutin dengan lebih mudah.
Ketut Astawa menambahkan bahwa penyerapan hasil produksi melalui program MBG tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak lokal, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga komoditas. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan pangan lokal dalam penyediaan makanan untuk MBG, khususnya di wilayah 3T. Komoditas yang tersedia di daerah tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan SPPG dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.