bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:08 WIB

Prospek Pasar Saham Indonesia Hingga Akhir Tahun Dinilai Konstruktif Meski Volatilitas Tinggi

Redaksi 11 Juli 2026 1 views
Prospek Pasar Saham Indonesia Hingga Akhir Tahun Dinilai Konstruktif Meski Volatilitas Tinggi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (10/7), di tengah kondisi bursa global yang menunjukkan pergerakan bervariasi.

Di tengah ketidakpastian global dan domestik yang memicu volatilitas pasar, investor dihadapkan pada pertanyaan mengenai strategi investasi yang efektif. Pengamat saham MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, berpendapat bahwa prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun masih cenderung konstruktif, meskipun volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi.

Herditya menjelaskan bahwa pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebijakan fiskal pemerintah, tren suku bunga global, serta penilaian dari lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia. Ia menambahkan bahwa investor juga mencermati kebijakan fiskal pemerintah yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat asing, serta arah kebijakan suku bunga global yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah. Selain itu, penundaan evaluasi status pasar Indonesia oleh MSCI dan potensi penurunan peringkat dari S&P DJI juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Secara global, Herditya mengemukakan bahwa pasar saham masih dibayangi ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah dan arus keluar dana asing yang masih deras turut menekan pergerakan IHSG.

Meskipun demikian, Herditya menyarankan investor untuk dapat memanfaatkan momentum dengan melakukan pemilihan saham secara selektif. "Investor dapat selective buy pada emiten-emiten yang sedang hype dan fleksibel terhadap pergerakan pasar, terutama dengan mencermati sentimen global maupun kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar," ujarnya.

Sementara itu, Chief Analyst DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun tetap cukup positif meski volatilitas diperkirakan tinggi. Menurutnya, fundamental ekonomi domestik masih relatif mendukung, dan valuasi IHSG dinilai masih menarik. Potensi kenaikan dapat terjadi apabila arus dana asing kembali masuk dan sentimen global membaik.

Lukman menjelaskan bahwa investasi saham masih tergolong aman untuk jangka menengah hingga panjang asalkan investor memilih emiten dengan fundamental yang baik dan menerapkan diversifikasi portofolio. Ia menekankan pentingnya pemahaman investor bahwa fluktuasi harga saham dalam jangka pendek adalah hal yang wajar.

Dari sisi global, Lukman menyebutkan bahwa pasar saham, khususnya di Amerika Serikat, ditopang oleh penguatan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Namun, tingginya valuasi saham di pasar tersebut juga dibayangi ketidakpastian akibat arah kebijakan suku bunga The Fed, tensi geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.