bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan bahwa proyek Motor Listrik Nasional (Molinas) berpotensi mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp82 triliun.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi operasional sebanyak 11 juta unit motor listrik pada tahun 2037. Selain potensi penghematan subsidi BBM, substitusi impor melalui ekosistem Molinas diperkirakan dapat memperkuat neraca perdagangan senilai Rp45 triliun.
Secara keseluruhan, ekosistem Molinas diprediksi memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi negara antara tahun 2026 hingga 2031, diperkirakan mencapai Rp150 triliun, serta berpotensi menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja.
Managing Director Industrialisasi Danantara Indonesia, Ardy Muawin, menyatakan bahwa unit produk Molinas telah siap digunakan, dengan dua merek dalam negeri, Alva dan Gesit, menjadi bagian dari program ini. Saat ini, sedang disusun skema pembiayaan bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menekan harga jual sebelum produk resmi diluncurkan ke pasar.
Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) sendiri telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem nasional yang terintegrasi, meliputi pengembangan industri, manufaktur komponen dan baterai, infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penguatan penyerapan pasar.
PT Len Industri ditunjuk sebagai integrator utama untuk mengoordinasikan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem ini. Kapasitas produksi Molinas ditargetkan mencapai 100 ribu unit per tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) awal 40 persen, yang diharapkan meningkat menjadi 60 persen.