bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 05:57 WIB

PT KAI Pastikan Kesiapan Armada Diesel Hadapi Mandatori Biodiesel B50

Redaksi 02 Juli 2026 3 views
PT KAI Pastikan Kesiapan Armada Diesel Hadapi Mandatori Biodiesel B50
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan penggunaan biodiesel B50 pada seluruh armada dieselnya. Kesiapan ini mencakup lokomotif dan kereta pembangkit yang merupakan komponen krusial dalam operasional kereta api berbahan bakar diesel.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kesiapan ini sejalan dengan pemberlakuan mandatori biodiesel B50 oleh pemerintah yang dijadwalkan mulai 1 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kebijakan ini dengan masa transisi selama tiga bulan untuk penyesuaian di lapangan, termasuk pengelolaan stok bahan bakar lama dan proses menuju penggunaan B50 secara penuh.

KAI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan pemanfaatan energi nabati dari sumber daya dalam negeri. Dukungan ini diwujudkan melalui kesiapan sarana, pelaksanaan uji terap teknis, serta penguatan aspek keselamatan dan keandalan operasional.

Anne menegaskan bahwa seluruh lokomotif dan sarana diesel KAI telah siap untuk menggunakan B50 setelah melalui serangkaian uji terap teknis dan penguatan aspek keselamatan operasional. Pengujian bersama Kementerian ESDM telah dilakukan pada sarana perkeretaapian berbasis diesel untuk memastikan kesesuaian penggunaan B50 dengan karakteristik operasi kereta api, baik pada lokomotif maupun kereta pembangkit.

Dalam pengujian pada lokomotif, fokus dilakukan pada respons mesin saat menggunakan B50 dalam pola operasi perjalanan kereta api. Pemantauan mencakup performa mesin, stabilitas pembakaran, konsumsi bahan bakar, dan kondisi komponen utama untuk memastikan keandalan armada. Sementara itu, pada kereta pembangkit, pengujian meliputi pemeriksaan performa genset, konsumsi bahan bakar, emisi, kondisi filter, dan ketahanan operasi, mengingat peran pentingnya dalam penyediaan listrik untuk kenyamanan penumpang.

Anne menambahkan bahwa penerapan B50 memperkuat kontribusi KAI dalam agenda transisi energi nasional. Peningkatan bauran biodiesel diharapkan dapat memperbesar pemanfaatan energi terbarukan domestik, mengurangi ketergantungan pada solar fosil, dan mendukung upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.

Sebelumnya, KAI telah melakukan penggunaan biodiesel secara bertahap, mulai dari B35 hingga B40. Pengalaman ini menjadi bekal KAI dalam memasuki tahap B50 dengan pendekatan teknis yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan operasional. Anne menyatakan bahwa KAI siap menjalankan penggunaan B50 sesuai arahan pemerintah, dengan seluruh sarana diesel yang telah dipersiapkan untuk menjaga keselamatan perjalanan, keandalan operasi, dan kualitas layanan kepada masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.