bytedaily
Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pupuk Indonesia Dongkrak Produktivitas Padi Dairi Hingga Dua Kali Lipat

Redaksi 24 Agustus 2026 3 views
Pupuk Indonesia Dongkrak Produktivitas Padi Dairi Hingga Dua Kali Lipat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menggandakan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Produktivitas kini mencapai 12,3 ton per hektar, meningkat dari sebelumnya yang hanya 6 ton per hektar.

Peningkatan signifikan ini dicapai melalui program demplot yang dijalankan Pupuk Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Dairi. Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Hendra Sagita, menyatakan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memulihkan semangat petani yang sempat menurun akibat anjloknya hasil panen sebelumnya.

Hendra menjelaskan bahwa pengukuran produktivitas sebesar 12,3 ton per hektar dilakukan secara transparan melalui pengambilan sampel ubinan yang melibatkan Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan petani setempat. Hal ini memastikan hasil panen diketahui secara objektif.

Ia menambahkan bahwa peningkatan produktivitas ini merupakan hasil dari pengelolaan lahan yang tepat, pola pemupukan yang terukur atau berimbang, serta pendampingan intensif dari Pupuk Indonesia selama masa tanam.

Lebih lanjut, Hendra berharap demplot ini dapat memicu petani di Dairi untuk mengoptimalkan lahan persawahan mereka. Dengan peningkatan produktivitas dan penerapan budidaya yang benar, upaya menjadikan Dairi kembali sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara diharapkan dapat terwujud secara bertahap.

Kepala Bidang DKPP Kabupaten Dairi, Sukaedah Angkat, mengapresiasi capaian demplot ini. Menurutnya, hasil tersebut membuktikan bahwa pengelolaan lahan dan pemupukan yang tepat mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Sukaedah juga menekankan pentingnya perbaikan kondisi tanah sebelum musim tanam, mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik dan kapur pertanian. Ia optimistis langkah ini akan mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan dengan memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsur hara berjalan maksimal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.