bytedaily - Melansir laporan ekbis.sindonews.com, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan aset perusahaan-perusahaan Barat yang disita dan berada di bawah kendali pemerintah Rusia berpeluang dikembalikan. Namun, ia mengatakan hal itu bergantung pada tercapainya “skenario yang menguntungkan” bagi kedua pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam forum tahunan Valdai Discussion Club pada Kamis (1/10) waktu setempat. Aset yang dimaksud bernilai miliaran dolar.
Rusia sebelumnya menempatkan sejumlah perusahaan multinasional Eropa di bawah administrasi eksternal. Langkah itu memicu tuduhan bahwa Moskow melakukan nasionalisasi sepihak. Putin membantah tuduhan tersebut dan menyebut tindakan Rusia sebagai balasan atas penyitaan perusahaan-perusahaan Rusia di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman.