bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Ragam Bentala Perluas Pasar Batik untuk Gaya Sehari-hari lewat Shopee

Redaksi 04 Oktober 2026 13 views
Ragam Bentala Perluas Pasar Batik untuk Gaya Sehari-hari lewat Shopee
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Ragam Bentala mengembangkan busana batik yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Didirikan Anne SPC Aziz dan Nur’aini JB pada Februari 2020, brand lokal ini menawarkan desain kasual dan mudah dipadupadankan, serta memasarkan produknya secara digital melalui Shopee.

Founder Ragam Bentala, Anne SPC Aziz, menyebut setiap produk membawa cerita dan hasil kerja pengrajin batik cap manual dari daerah. Menurutnya, pelestarian batik juga berkaitan dengan upaya membuka lapangan kerja dan menjaga keberlanjutan ekonomi pengrajin lokal binaan. Kehadiran di Shopee membantu brand menjangkau konsumen muda di berbagai wilayah.

Nama Ragam Bentala menggabungkan makna “ragam” sebagai warna dan keanekaragaman serta “bentala” yang berarti bumi. Filosofi itu tercermin dalam pilihan warna bernuansa bumi dan produk kain untuk beragam kegiatan.

Ragam Bentala menghadirkan antara lain Kebaya Encim, Rok Lilit Batik, Obi Belt Batik, Riung Tunik, dan Kemeja Batik. Sejumlah nama produknya, seperti Terikat, Ranum, Riung, Sanubari, dan Amerta, menggunakan sentuhan bahasa Indonesia.

Untuk mengembangkan penjualan daring, Ragam Bentala membuka Official Store dan memanfaatkan Shopee Live, Shopee Video, serta Shopee Affiliate. Brand ini juga mengikuti kampanye seperti 11.11 Big Sale, 12.12 Birthday Sale, dan Big Ramadhan Sale. Menurut laporan tersebut, partisipasi dalam kampanye turut mendorong kenaikan traffic dan performa penjualan dibandingkan hari biasa.

Ragam Bentala melihat meningkatnya penggunaan kain, kebaya, dan batik dalam gaya sehari-hari generasi muda sebagai peluang. Produk seperti Rok Lilit Batik dan Riung Tunik Batik dirancang dengan bentuk yang praktis dan mudah dipadukan. Meski tampil dengan model modern, proses pembuatan batiknya tetap menggunakan teknik cap manual oleh pengrajin lokal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.