bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 02:07 WIB

Ring of Fire: Penyebab Tingginya Risiko Gempa dan Erupsi di Indonesia

Redaksi 08 September 2026 6 views
Ring of Fire: Penyebab Tingginya Risiko Gempa dan Erupsi di Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa serangkaian erupsi gunung berapi yang terjadi berdekatan merupakan konsekuensi tak terelakkan bagi Indonesia karena negara ini terletak di zona Cincin Api atau Ring of Fire.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut kesiapan terus-menerus dalam menghadapi bencana alam, dan menyarankan peningkatan signifikan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana oleh pemerintah yang dipimpinnya.

Menurut Badan Oseanik dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), Ring of Fire terbentuk akibat interaksi lempeng tektonik, khususnya zona subduksi di mana satu lempeng lebih berat terdorong ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menghasilkan magma yang naik dan memunculkan gunung berapi, serta menimbulkan gempa dalam karena pergeseran lempeng.

Badan Survey Geologi Amerika Serikat (USGS) menjelaskan bahwa mayoritas gempa bumi dan letusan gunung berapi tidak terjadi secara acak, melainkan terkonsentrasi di sepanjang batas lempeng tektonik, termasuk di Ring of Fire yang merupakan pertemuan Lempeng Pasifik dengan sejumlah lempeng lain.

Ring of Fire mencakup lebih dari 450 gunung berapi dan membentang sekitar 40.250 kilometer berbentuk tapal kuda, mulai dari ujung selatan Amerika Selatan, melintasi pantai barat Amerika Utara, Selat Bering, Jepang, hingga ke Selandia Baru.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan bahwa peningkatan persepsi aktivitas gempa di kawasan Pasifik tidak selalu mencerminkan peningkatan nyata, melainkan dapat dipengaruhi oleh klasterisasi waktu gempa signifikan dan penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial.

Data USGS mencatat sekitar 500.000 gempa bumi terdeteksi di seluruh dunia setiap tahun, termasuk yang sangat lemah. Karena Ring of Fire menyumbang sekitar 90 persen dari total tersebut, diperkirakan wilayah ini mengalami sekitar 450.000 gempa per tahun atau kira-kira 1.200 gempa setiap harinya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.