bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, Robert Lewandowski, yang dianggap sebagai pencetak gol terbaik generasinya, berpeluang besar tampil di Serie A musim depan. Laporan mengindikasikan raksasa Italia, Juventus, menjadikannya target utama pada bursa transfer musim panas ini. Kontraknya bersama Barcelona akan berakhir pada 30 Juni, membuka kemungkinan bagi Juventus untuk merekrutnya.
Meskipun usianya tidak muda lagi, Lewandowski masih menunjukkan ketajamannya. Musim ini, ia telah mencetak 17 gol untuk Barcelona meski waktu bermainnya berkurang. Jumlah gol tersebut melebihi capaian terbaik pemain Juventus musim ini, dan kehadiran Lewandowski dinilai akan menjadi peningkatan signifikan bagi lini serang Juventus, terlepas dari usianya.
Serie A sendiri tidak asing dengan pemain veteran. Musim lalu, AC Milan merekrut Luka Modric yang berusia 40 tahun, Napoli mendatangkan Kevin De Bruyne (33 tahun), dan Cremonese berhasil membujuk Jamie Vardy (39 tahun) untuk bergabung. Kini, pertanyaan muncul apakah Lewandowski akan mengikuti jejak mereka.
Juventus baru-baru ini mengamankan posisi keempat klasemen Serie A setelah kemenangan 2-0 atas Bologna, dengan keunggulan lima poin atas Como. Hal ini membuat mereka menjadi favorit kuat untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Meski demikian, Juventus masih tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Potensi kedatangan Lewandowski diharapkan dapat membantu Juventus menutup jarak tersebut dan bersaing memperebutkan gelar Scudetto musim depan.
Sejarah menunjukkan klub-klub Serie A kerap mendatangkan pemain bintang veteran. Salah satu contohnya adalah Andrea Pirlo. Pada tahun 2011, saat berusia 31 tahun, Pirlo dilepas AC Milan secara gratis. Juventus melihat peluang dan merekrutnya. Di Turin, Pirlo justru menemukan performa terbaiknya, membantu Juventus meraih empat gelar Serie A berturut-turut, dua kali lipat dari yang ia raih di Milan. Ia juga membawa Juventus ke final Liga Champions 2015 dan memimpin Italia ke final Euro 2012.
Contoh lain adalah Luca Toni. Pada musim panas 2012, saat berusia 35 tahun, ia kembali ke Italia setelah sempat bermain di UEA. Banyak yang menganggap masa jayanya telah berlalu, meski ia merupakan bagian penting dari skuad Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 dan memiliki catatan gol impresif bersama Palermo, Fiorentina, dan Bayern Munich antara 2003 hingga 2009.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.