bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sebuah roket milik perusahaan Blue Origin meledak di landasan peluncurannya di Florida saat menjalani uji coba. Rekaman kejadian menunjukkan roket tersebut pecah menjadi bola api besar yang melalap area sekitarnya.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Blue Origin mengonfirmasi adanya "anomali" yang terjadi selama uji coba 'hotfire'. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa seluruh personel telah dipastikan selamat.
Perusahaan teknologi antariksa ini didirikan pada tahun 2000 oleh miliarder Amazon, Jeff Bezos. Insiden ledakan terjadi sekitar pukul 21:00 waktu setempat (02:00 +1 GMT) di Cape Canaveral. Menurut Brevard County Emergency Management, tidak ada ancaman terhadap publik.
Bezos melalui media sosialnya menuliskan bahwa semua personel telah teridentifikasi dan aman. "Masih terlalu dini untuk mengetahui akar penyebabnya, tetapi kami sudah bekerja untuk menemukannya. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu diperbaiki dan kembali terbang. Ini sepadan," ujarnya.
US Space Force melaporkan bahwa tim tanggap darurat berada di lokasi kejadian dan para pejabat bekerja sama dengan Blue Origin untuk mengevaluasi data yang tersedia guna menentukan penyebab pasti anomali tersebut. Ledakan ini terjadi dalam sebuah uji coba yang dilaksanakan menjelang peluncuran mendatang.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan melalui X bahwa "penerbangan luar angkasa tidak kenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran angkut berat yang baru sangatlah sulit. Kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk mendukung investigasi menyeluruh terhadap anomali ini, menilai dampak misi jangka pendek, dan kembali meluncurkan roket."
Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan telah mengetahui insiden tersebut. "Uji coba ini tidak termasuk dalam cakupan aktivitas berlisensi FAA," kata badan tersebut, seraya menambahkan bahwa tidak ada dampak terhadap lalu lintas udara.
Bulan lalu, roket terbaru Blue Origin diistirahatkan setelah FAA memerintahkan penyelidikan terhadap "kecelakaan" yang melibatkan kegagalan peluncuran satelit. Perusahaan tersebut berupaya menempatkan satelit dari AST SpaceMobile menggunakan roket New Glenn-nya, namun gagal mencapai orbit yang dituju.
Perusahaan antariksa ini sebelumnya berhasil meluncurkan roket New Glenn dari Florida pada November lalu, dan mendaratkan penguat roketnya yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.