bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Akibat Kenaikan Harga Minyak dan Data Ritel

Redaksi 11 Agustus 2026 7 views
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Akibat Kenaikan Harga Minyak dan Data Ritel
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah tercatat melemah pada perdagangan Selasa (11/8) sore, berada di kisaran Rp17.861 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini mencapai 106 poin atau setara dengan 0,60 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Kondisi rupiah ini serupa dengan pergerakan beberapa mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh penguatan dolar AS. Peso Filipina mengalami pelemahan 0,84 persen, ringgit Malaysia turun 0,03 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen. Sementara itu, yuan China menunjukkan pergerakan yang stabil terhadap dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menunjukkan penguatan. Dolar Singapura naik 0,06 persen, yen Jepang menguat 0,01 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen.

Pergerakan mata uang negara maju pun beragam. Euro melemah 0,07 persen, franc Swiss turun 0,11 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,03 persen, dan dolar Australia melemah 0,04 persen. Namun, dolar Kanada tercatat menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dan mata uang regional lainnya dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Ketidakpastian terkait prospek perdamaian di Timur Tengah turut memperparah situasi ini.

Lukman menambahkan bahwa selain faktor global, data penjualan ritel di Indonesia yang menunjukkan penurunan selama tiga bulan berturut-turut juga memberikan tekanan tambahan pada rupiah. "Rupiah dan beberapa mata uang regional umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah. Rupiah juga tertekan oleh data penjualan ritel yang masih mengalami penurunan untuk tiga bulan beruntun," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.