bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 12:19 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS di Akhir Perdagangan Senin

Redaksi 29 Juni 2026 13 views
Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS di Akhir Perdagangan Senin
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp17.851 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (29/6). Mata uang Indonesia ini mengalami penguatan sebesar 71 poin atau 0,40 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah ini sejalan dengan tren penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS. Yuan China mencatat apresiasi 0,12 persen, peso Filipina naik 0,22 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,56 persen.

Namun, beberapa mata uang Asia lainnya terpantau melemah. Yen Jepang mengalami pelemahan 0,05 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,53 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.

Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju menunjukkan variasi. Euro Eropa menguat 0,17 persen, poundsterling Inggris naik 0,09 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,04 persen, dan franc Swiss menguat 0,11 persen. Di sisi lain, dolar Australia tercatat terkoreksi 0,01 persen.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh membaiknya sentimen pasar. Hal ini menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menahan diri untuk sementara waktu dan melanjutkan pembicaraan sesuai rencana.

"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS setelah laporan bahwa AS dan Iran akan 'menahan diri untuk sekarang' dan pembicaraan masih berjalan sesuai rencana," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/6).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.