bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Rusia Kembangkan Sistem Pengacau Sinyal Starlink untuk Lawan Drone Ukraina

Redaksi 03 Agustus 2026 9 views
Rusia Kembangkan Sistem Pengacau Sinyal Starlink untuk Lawan Drone Ukraina
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Rusia telah mengembangkan dan memperkenalkan sistem perang elektronik baru yang diberi nama Volna Kupol Garant. Sistem ini dirancang khusus untuk mengganggu jaringan internet satelit Starlink milik Elon Musk. Berbeda dari metode konvensional yang menargetkan terminal komunikasi di darat, Volna Kupol Garant bekerja dengan mengarahkan sinyal radio berkekuatan tinggi langsung ke satelit Starlink.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mencegah satelit menerima transmisi sinyal dari para pengguna yang berada di area operasional. Pihak Rusia mengklaim bahwa metode ini dapat menghentikan komunikasi secara sementara tanpa menyebabkan kerusakan fisik pada wahana antariksa. Sistem Volna Kupol Garant menggunakan sinyal radio frekuensi tinggi bergelombang sempit yang mampu membebani antena penerima pada satelit Starlink, menyebabkan satelit tersebut 'buta' dan tidak dapat mendeteksi sinyal dari terminal darat.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Dmitry Kuzyakin, desainer dari Center for Integrated Unmanned Solutions, menjelaskan bahwa gangguan yang ditimbulkan oleh Volna tidak bersifat permanen. Satelit yang terdampak memerlukan waktu pemulihan beberapa menit sebelum fungsi komunikasinya kembali normal. Sistem ini mampu mengganggu delapan pita transmisi data Starlink, masing-masing berukuran 62,5 MHz, menggunakan sistem antena array bertahap (phased-array) yang dirancang untuk mengintervensi antena penerima satelit Starlink yang beroperasi di orbit sekitar 500 km di atas permukaan Bumi.

Lebih lanjut, cnnindonesia.com melaporkan bahwa sistem Volna Kupol Garant dilengkapi dengan enam modul beroda, di mana setiap modul membawa dua antena satelit yang dapat diarahkan dan dilindungi oleh kubah pelindung transparan radio. Format modular ini memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian, baik terpasang di atas trailer maupun dioperasikan secara terpisah. Satu kompleks penuh sistem ini diklaim mampu menciptakan area gangguan (jamming zone) Starlink hingga seluas 20 km persegi.

Pengembangan sistem canggih ini, menurut cnnindonesia.com, merupakan salah satu upaya Rusia untuk meredam serangan drone Ukraina. Pasalnya, drone jarak menengah yang dikembangkan Ukraina kerap dikendalikan melalui jaringan Starlink dan terbukti efektif dalam menyerang target di belakang garis depan, seperti jalur pasokan, fasilitas penyimpanan bahan bakar, dan pusat komando, yang telah mengganggu logistik pasukan Rusia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.