bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Saleh Husin Sebut Empat Prioritas bagi Menperin Baru

Redaksi 01 Oktober 2026 11 views
Saleh Husin Sebut Empat Prioritas bagi Menperin Baru
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian sekaligus Menteri Perindustrian periode 2014–2016, Saleh Husin, menyampaikan empat hal yang perlu menjadi perhatian Menteri Perindustrian M. Sarmuji. Prioritas itu meliputi kepastian pasokan bahan baku, penyederhanaan perizinan, akses energi dengan harga kompetitif, dan kepastian berusaha.

Saleh menyampaikan pandangannya setelah terjadi pergantian Menteri Perindustrian dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto menunjuk M. Sarmuji untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam perombakan kabinet di Istana, Kamis (1/10/2026).

Menurut Saleh, pengalaman Sarmuji sebagai anggota DPR dan keterlibatannya di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan sektor industri. Ia juga menyoroti tantangan industri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Saleh menilai kepastian bahan baku penting agar produksi dapat berlangsung berkelanjutan. Selain itu, proses perizinan yang lebih sederhana dinilai dapat mengurangi beban biaya pelaku usaha dan mendukung daya saing industri.

Ia juga menyebut akses energi dengan harga kompetitif sebagai faktor yang berpengaruh terhadap biaya industri. Sementara itu, kepastian regulasi dan iklim usaha diperlukan agar pelaku industri dapat merancang rencana bisnis serta investasi jangka panjang.

Saleh berharap penyelesaian empat persoalan tersebut dapat mendorong pertumbuhan dan kemajuan industri nasional. Ia turut mengapresiasi Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah menyelesaikan tugas sebagai Menteri Perindustrian dan berharap pengalaman Agus dapat terus dimanfaatkan untuk memberi masukan bagi kemajuan industri dalam negeri.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.