bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Samsung Puncaki Penjualan Ponsel Global Q2 2026, Apple di Posisi Kedua

Redaksi 15 Juli 2026 13 views
Samsung Puncaki Penjualan Ponsel Global Q2 2026, Apple di Posisi Kedua
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Samsung berhasil mengambil alih posisi terdepan dalam pengiriman ponsel pintar secara global pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, melampaui Apple yang kini berada di peringkat kedua. Meskipun demikian, pasar ponsel pintar secara umum masih menunjukkan tren penurunan.

Data dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa Samsung meraih pangsa pasar sebesar 24 persen pada Q2 2026, menjadikannya pemimpin pasar. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di antara lima produsen ponsel terbesar dunia.

Menurut Sam Mobile, keberhasilan Samsung didorong oleh penjualan lini Galaxy S26 series yang kuat, serta strategi penetapan harga yang meminimalkan kenaikan di pasar-pasar utama seperti Timur Tengah dan India. Sementara itu, Apple menempati posisi kedua dengan 20 persen pangsa pasar, dan mencatat kenaikan pengiriman sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Konsistensi permintaan iPhone dan kebijakan menahan harga jual menjadi faktor utama performa Apple, meskipun diprediksi perlu menaikkan harga di masa mendatang.

Tren pertumbuhan tahunan Apple didukung oleh penjualan seri iPhone 17 yang konsisten. Namun, penjualan iPhone di China masih menjadi catatan tersendiri karena mengalami penurunan pengiriman secara tahunan. Produsen lain seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo dilaporkan mengalami penurunan penjualan tahunan hingga dua digit pada kuartal yang sama. Penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi pasar dan lonjakan biaya memori yang memukul permintaan pada segmen kelas menengah ke bawah.

Xiaomi menguasai 12 persen pangsa pasar, turun dari 14 persen tahun lalu. Oppo meraih 11 persen, turun tipis dari 12 persen, sementara Vivo berada di angka 8 persen, turun dari 9 persen pada kuartal kedua tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pengiriman ponsel pintar global turun 11 persen pada Q2 2026, mencapai level terendah sejak 2013. Kenaikan harga jual menjadi penyebab utama penurunan minat beli masyarakat.

Senior Analyst Shilpi Jain menyatakan bahwa krisis memori global menjadi hambatan terbesar bagi industri ponsel pintar saat ini, melampaui faktor lain. Masalah ini telah bertransformasi dari kelangkaan komponen menjadi penurunan daya beli. Ponsel kelas menengah ke bawah, yang mendominasi volume pasar global dan paling sensitif terhadap biaya produksi, menjadi sulit dijual dengan harga lama. Produsen merespons kondisi ini dengan beragam strategi, mulai dari menaikkan harga dengan margin keuntungan yang menyusut, memperpanjang masa edar model lama, hingga mengerem peluncuran produk baru.

Selain krisis memori, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut berkontribusi pada kenaikan biaya minyak dan pengiriman, yang pada akhirnya semakin meningkatkan harga ponsel.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.