bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Samsung menjelaskan langkah khususnya dalam menghadapi peningkatan penjualan ponsel bekas yang dipicu oleh kenaikan harga smartphone baru, yaitu dengan menjamin pembaruan sistem operasi selama tujuh tahun.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan upgrade OS hingga tujuh tahun dengan harga yang tetap terjangkau, guna memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan perangkat dapat dipakai dalam jangka panjang.
Menurut Ilham, pembaruan tidak hanya mencakup peningkatan fungsionalitas, melainkan juga patch keamanan yang akan diberikan secara berkala selama periode tersebut. "Galaxy S26 FE kami beri pembaruan software sampai tujuh generasi, termasuk security patch selama tujuh tahun ke depan," ujarnya kepada CNNIndonesia di Jakarta pada Senin (7/9).
Galaxy S26 FE, yang masuk dalam keluarga Galaxy S Series, diposisikan sebagai pilihan premium bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan dukungan jangka panjang. Perangkat ini mengusung fitur AI terbaru dari seri S26, seperti Super Steady dan MyFancam yang diadaptasi dari Galaxy Z Fold 8, serta layanan Now Brief, Now Nudge, dan Circle to Search yang diperbarui bersama Google.
Model ini tersedia dalam tiga varian warna—Blueberry, Graphite, dan Pistachio—dan dilengkapi layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci, chipset Exynos 2500, baterai berkapasitas 4.900 mAh, serta sistem tiga kamera belakang (50 MP utama, 12 MP ultra‑wide, 8 MP telefoto) dan kamera depan 12 MP. Harga jual di Indonesia dimulai dari Rp11,999 juta untuk varian 8 GB/128 GB.
Riset terbaru Omdia menunjukkan bahwa mayoritas pengguna kini lebih memilih smartphone bekas. Laporan "Smartphone Display Intelligence Service" mencatat pertumbuhan signifikan pengiriman panel layar ke pasar refurbished, seiring melambatnya permintaan produsen akibat kenaikan harga memori. Omdia memperkirakan kebutuhan panel layar untuk smartphone baru akan turun sekitar 12 % pada tahun 2026.