bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:35 WIB

Satelit dan AI Digunakan untuk Lacak Populasi Landak di Inggris Demi Perlambat Penurunan

Redaksi 19 Mei 2026 1 views
Satelit dan AI Digunakan untuk Lacak Populasi Landak di Inggris Demi Perlambat Penurunan
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, peneliti dari University of Cambridge menggunakan data satelit dan kecerdasan buatan (AI) dalam upaya memperlambat penurunan populasi landak di Inggris.

Mereka memanfaatkan alat AI bernama Tessera yang menganalisis citra detail Inggris dari luar angkasa untuk menentukan lokasi habitat landak dan area yang mengalami kehilangan habitat tersebut.

Peta yang dihasilkan menampilkan lanskap secara sangat rinci, termasuk hingga ke pagar tanaman individu. AI juga mampu memprediksi lokasi ramah landak yang tertutup awan.

Para peneliti berharap metode ini dapat mengungkap tidak hanya lokasi hidup landak di seluruh Inggris, tetapi juga hambatan yang mencegah mereka menemukan makanan dan pasangan.

Output Tessera dapat digunakan untuk melacak dampak pembangunan perumahan baru dan perubahan lingkungan lainnya terhadap lanskap yang berpotensi memengaruhi landak dari waktu ke waktu. Wawasan ini dapat dikombinasikan dengan data dari pelacak GPS yang dipasang pada beberapa landak untuk memantau pergerakan mereka secara langsung.

Sebuah inisiatif serupa yang menggunakan pelacak mirip "ransel" untuk melindungi landak telah berjalan di Irlandia Utara.

Populasi landak telah menurun drastis di Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Laporan tahun 2022 memperkirakan jumlah mereka di Inggris telah turun hingga 75% di daerah pedesaan sejak tahun 2000. Landak Eropa Barat, satu-satunya spesies asli Inggris, terdaftar sebagai 'Hampir Terancam' oleh International Union for the Conservation of Nature.

Profesor Silviu Petrovan, manajer strategi dan riset di People's Trust for Endangered Species, menyatakan optimisme bahwa AI dapat membantu melindungi mamalia kecil ini. Ia berharap model AI yang kuat dapat membantu memahami hambatan spesifik bagi landak dalam mencari makanan, pasangan, dan bergerak dengan aman di pedesaan.

Proyek ini menyebut landak yang dilengkapi pelacak sebagai "digi-hogs". Sistem Tessera dilatih menggunakan sekitar 20 petabyte data, setara dengan 10 miliar foto digital standar, untuk mengidentifikasi makhluk kecil dan objek lain dalam citra satelit secara akurat.

Setelah mencapai batas daya komputasi universitas, peneliti menambahkan prosesor tambahan dan mendapatkan akses ke infrastruktur ekstra melalui kesepakatan dengan perusahaan teknologi AS, AMD dan Vultr.

Sistem Tessera yang bersifat open-source tidak hanya untuk landak. Profesor Anil Madhavapeddy dari Cambridge University menyebutkan lebih dari 100 kelompok riset telah mengakses alat ini. Sistem ini juga dapat digunakan untuk memantau lahan pertanian dan melacak jenis tanaman yang ditanam di setiap lahan dari waktu ke waktu, sehingga membangun gambaran rinci pertanian di Inggris.

"Data satelit sangat rumit untuk digunakan dan sangat berisik, karena Anda harus melakukan hal-hal seperti penghapusan awan dan penyesuaian untuk siang dan malam, dan seterusnya," kata Madhavapeddy. "Tessera mengompres banyak data tersebut dan memberi kita cara yang sangat mudah."


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.