bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Satelit Lampung-1 Berbasis AI Diluncurkan dari China untuk Dukung Pembangunan Daerah

Redaksi 07 Agustus 2026 13 views
Satelit Lampung-1 Berbasis AI Diluncurkan dari China untuk Dukung Pembangunan Daerah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, satelit hiperspektral Lampung-1 yang dilengkapi kecerdasan artifisial (AI) telah berhasil diluncurkan ke orbit dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu (5/8). Peluncuran ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan antariksa STAR.VISION, menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang turut menyaksikan peluncuran tersebut, menyatakan harapannya agar teknologi satelit dan AI dapat berkontribusi pada pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih akurat. Ia melihat peluncuran ini sebagai awal dari kolaborasi internasional yang akan memberdayakan Lampung dalam memanfaatkan teknologi antariksa dan AI untuk mengatasi tantangan pembangunan.

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pemanfaatan citra satelit. Pemerintah Provinsi Lampung juga berencana membangun ekosistem teknologi hiperspektral dan AI melalui transfer pengetahuan, riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Untuk pengolahan data satelit sebelum dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, Pemprov Lampung menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Data yang diperoleh dari satelit akan melalui proses kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan diterjemahkan menjadi informasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan. Kolaborasi dengan BRIN juga bertujuan untuk memastikan pemanfaatan data sesuai standar ilmiah dan regulasi penginderaan jauh yang berlaku di Indonesia.

Sektor pertanian menjadi prioritas utama pemanfaatan satelit Lampung-1, yang akan digunakan untuk pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, deteksi kekurangan air, identifikasi gangguan tanaman, dan perkiraan potensi hasil panen, khususnya komoditas singkong. Selain itu, satelit ini juga diproyeksikan mendukung pemantauan lingkungan, kawasan pesisir dan kelautan, mitigasi bencana banjir dan kekeringan, perubahan tutupan lahan, serta perencanaan pembangunan daerah.

Rahmat menekankan bahwa teknologi ini bertujuan untuk membantu petani dan pemerintah dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, cepat, dan tepat sasaran, bukan menggantikan peran petani. Satelit Lampung-1 merupakan satelit hiperspektral dengan kemampuan AI untuk pemrosesan awal data di orbit, namun masih memerlukan tahapan pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, dan validasi kualitas data sebelum dapat digunakan secara optimal.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dan peluncuran satelit ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung. Tanggung jawab pembangunan, kepemilikan, dan operasional satelit berada pada STAR.VISION Aerospace, sementara Pemprov Lampung berperan sebagai mitra dalam pengembangan pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan daerah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.