bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah maskapai internasional membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke Riyadh setelah terjadi serangan terhadap bandara di ibu kota Arab Saudi itu pada akhir pekan. Gangguan juga berdampak pada penerbangan ke Dammam dan Jeddah.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dijadwalkan tutup hingga Sabtu (17/10), menurut pemberitahuan penerbangan yang diterbitkan Senin (12/10). Penutupan dilakukan setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran.
Data perusahaan analitik penerbangan Cirium mencatat 486 dari 1.048 keberangkatan terjadwal di bandara-bandara Arab Saudi pada Senin (12/10) dibatalkan atau tidak beroperasi. Jumlah itu setara dengan 46,4 persen. Sehari sebelumnya, 623 dari 1.096 keberangkatan terjadwal di seluruh negara tersebut mengalami kondisi serupa. Di Bandara Internasional King Khalid, 353 dari 354 keberangkatan pada Minggu (11/10) terdampak.
Sejumlah maskapai memperpanjang penangguhan hingga pertengahan atau akhir Oktober, sementara beberapa lainnya menunda pembukaan rute sampai tahun depan. Maskapai asal Prancis dan Belanda memperpanjang penghentian penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga akhir Oktober 2026. Sebuah maskapai India memperpanjang penangguhan hingga 15 Oktober 2026, sedangkan maskapai berbiaya rendah asal India menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Jeddah sampai 13 Oktober 2026.
Maskapai Hong Kong menunda pembukaan kembali rute Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai hingga 31 Januari 2027. Sementara itu, maskapai Amerika Serikat menunda peluncuran rute Atlanta-Riyadh sampai Maret 2027. Sejumlah penerbangan Dubai-Riyadh pada 13 Oktober juga dibatalkan, termasuk EK815, EK817, EK819, serta penerbangan pulang EK816.
Maskapai asal Uni Emirat Arab membatalkan penerbangan Abu Dhabi-Riyadh hingga 19 Oktober 2026. Penerbangan Abu Dhabi-Dammam turut dibatalkan sampai tanggal tersebut, sementara sejumlah layanan ke Jeddah terdampak. Pembatalan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Abha juga diperpanjang hingga 19 Oktober 2026, tetapi tidak semua layanan maskapai itu ke Arab Saudi tercatat batal.
Maskapai nasional Bahrain membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh pada 12-17 Oktober 2026. Maskapai terbesar India memperpanjang pembatalan layanan ke Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober, sedangkan grup maskapai asal Jerman membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh sampai 16 Oktober 2026. Maskapai nasional Filipina memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 29 November 2026.
Maskapai Qatar menangguhkan sementara penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam tanpa menetapkan tanggal pembukaan kembali. Status sejumlah layanan ke Jeddah dan Dammam lainnya berbeda menurut rute dan tanggal. Karena tidak semua penerbangan dibatalkan, penumpang disarankan mengecek status perjalanan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.