bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Sharp Jelaskan Kenaikan Harga Chip Memori Dorong Harga TV Kecil Naik, Fokus pada Segmen Layar Besar

Redaksi 09 September 2026 12 views
Sharp Jelaskan Kenaikan Harga Chip Memori Dorong Harga TV Kecil Naik, Fokus pada Segmen Layar Besar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Sharp mengungkap bahwa kenaikan harga chip memori secara global berimbas pada peningkatan harga televisi berukuran kecil yang diproduksi perusahaan.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, menyatakan bahwa model televisi 32‑inci menjadi yang paling terdampak, dengan harga jualnya kini mendekati Rp 3 juta, naik dari kisaran di bawah Rp 2 juta sebelumnya.

Menurut Andry, kenaikan biaya chip memori berada pada rentang 3‑8 persen dan diproyeksikan akan berlanjut hingga Oktober 2026, bahkan diperkirakan akan ada penyesuaian harga lagi pada bulan tersebut.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah kenaikan harga ini akan menurunkan penjualan televisi kecil, mengingat penjualan Sharp sempat meningkat pada momentum Piala Dunia 2026.

Karena itu, Sharp kini memusatkan strategi pada televisi berukuran besar. Dari total pangsa pasar televisi Sharp yang sekitar 18 persen, segmen layar besar menyumbang hanya 5‑8 persen, namun perusahaan melihat peluang untuk memperluas kontribusi tersebut.

Andry menargetkan agar pangsa pasar televisi besar naik menjadi 16‑20 persen, sementara total pangsa pasar televisi Sharp diharapkan mencapai 25 persen.

Untuk menambah nilai bagi konsumen, Sharp meluncurkan layanan Platinum Service yang khusus diberikan kepada pembeli televisi premium Aquos XLED dan SuperSize TV di wilayah Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Denpasar, dengan tujuan mempercepat proses instalasi dan penanganan purna jual.

Riset Omdia mencatat bahwa pengiriman televisi global pada kuartal kedua 2026 meningkat 3,6 persen year‑on‑year menjadi 48,8 juta unit, didorong oleh antusiasme Piala Dunia 2026 dan peluncuran Amazon Prime Day, meski keterbatasan pasokan memori tetap memengaruhi volume pengiriman.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.