bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Sharp mengakui bahwa kenaikan harga chip memori global berimbas pada peningkatan harga televisi berukuran kecil yang diproduksinya.
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, menyatakan bahwa model televisi 32 inci kini dijual mendekati Rp 3 juta, naik dari kisaran di bawah Rp 2 juta sebelumnya.
Menurutnya, kenaikan harga chip memori berkisar antara 3 hingga 8 persen dan diproyeksikan akan berlanjut hingga Oktober 2026, bahkan diperkirakan akan ada penyesuaian harga lagi pada bulan tersebut.
Walaupun belum dapat dipastikan dampaknya terhadap penjualan TV kecil, Andry mencatat bahwa penjualan televisi Sharp sempat meningkat selama momentum Piala Dunia 2026, sehingga perusahaan kini mengalihkan fokus ke segmen televisi berukuran besar.
Dari total pangsa pasar televisi Sharp yang sekitar 18 persen, segmen layar besar menyumbang hanya 5‑8 persen, menunjukkan peluang pertumbuhan yang masih terbuka.
Untuk memperkuat posisi di segmen tersebut, Sharp tidak hanya mengandalkan harga, melainkan juga menambah nilai layanan, termasuk program Platinum Service yang ditujukan bagi pembeli TV premium Aquos XLED dan SuperSize TV di wilayah Jabodetabek, Medan, Surabaya, serta Denpasar.
Program tersebut menjamin proses instalasi televisi berukuran besar dapat dilakukan dengan cepat, sekaligus memberikan dukungan purna jual yang responsif.
Andry optimis bahwa kontribusi pasar televisi berukuran besar dapat naik menjadi 16‑20 persen, sementara target pangsa pasar keseluruhan Sharp di sektor televisi diarahkan ke 25 persen.
Data riset Omdia mencatat pengiriman televisi global pada kuartal kedua 2026 tumbuh 3,6 persen YoY menjadi 48,8 juta unit, dipengaruhi oleh momentum Piala Dunia 2026 dan peluncuran Amazon Prime Day, meskipun keterbatasan pasokan memori berdampak pada volume pengiriman.