bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Singapura Targetkan Robot Humanoid AI Bertugas Bersama Petugas pada 2028

Redaksi 05 Oktober 2026 18 views
Singapura Targetkan Robot Humanoid AI Bertugas Bersama Petugas pada 2028
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Singapura berencana menempatkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk bekerja bersama petugas keamanan publik pada 2028. Robot tersebut dirancang untuk menjalankan tugas berisiko, antara lain menangani bahan berbahaya, memeriksa lokasi ledakan, dan menggeledah sel tahanan.

Rencana itu disampaikan saat Singapura meresmikan Home Team Humanoid Robotics Centre (H2RC) di kawasan teknologi One-North pada Rabu (30/9). Pusat tersebut dibentuk untuk mengembangkan dan melatih robot humanoid agar dapat digunakan dalam operasi keselamatan publik.

Menteri Kedua Urusan Dalam Negeri Edwin Tong mengatakan, pemerintah menargetkan robot humanoid pertama dapat bertugas bersama personel Home Team dalam situasi operasional nyata pada 2028. Menurutnya, H2RC merupakan pusat pertama yang secara khusus berfokus pada robot humanoid untuk keselamatan publik.

Badan Sains dan Teknologi Home Team (HTX) menjelaskan, bentuk humanoid dipilih karena dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dirancang untuk manusia dan memakai peralatan yang sudah tersedia. H2RC, yang luasnya kira-kira setara enam lapangan basket, memiliki lingkungan simulasi untuk menguji robot dalam berbagai skenario.

Fasilitas itu mendukung pengembangan AI fisik, termasuk sistem penangkap gerak untuk melatih keterampilan motorik, kendali jarak jauh, demonstrasi manusia, dan simulasi untuk menghasilkan data pelatihan. Robot berpotensi membantu Kepolisian Singapura menangani, mengamankan, serta mengambil sampel bahan berbahaya sehingga paparan risiko terhadap petugas dapat dikurangi.

Dalam penyelidikan ledakan, robot juga dapat memasuki area yang belum stabil untuk mengambil barang bukti. Langkah itu dapat mengurangi kebutuhan petugas untuk langsung menghadapi risiko ledakan susulan atau bangunan runtuh. Salah satu robot yang diperagakan di H2RC dapat berlutut untuk mengambil benda di dekat permukaan tanah, kemampuan yang menurut HTX belum dimiliki sejumlah robot humanoid komersial siap pakai.

HTX turut mempertimbangkan penggunaan robot untuk mencari barang selundupan di sel penjara dan mengisi ulang perlengkapan medis darurat di ambulans. Robot dikembangkan dengan AI fisik agar dapat memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan bertindak dalam kondisi nyata yang berubah. HTX juga mengembangkan AI agenik agar robot dapat menjalankan misi bertahap, mengatasi kegagalan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan situasi.

HTX menyebut pelatihan khusus diperlukan karena pengembangan robot komersial umumnya berfokus pada manufaktur, otomasi industri, dan kebutuhan rumah tangga. HTX dan perusahaan Singapura ST Engineering menandatangani kesepakatan riset, integrasi teknologi, dan keamanan siber. Kolaborator lainnya adalah FieldAI, General Robotics, dan Mistral AI.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.