bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 03:04 WIB

Sinyal Krisis Chip Global Memanjang Hingga 2030, Industri Elektronik Terancam

Redaksi 27 Maret 2026 15 views
Sinyal Krisis Chip Global Memanjang Hingga 2030, Industri Elektronik Terancam
Ilustrasi: Sinyal Krisis Chip Global Memanjang Hingga 2030, Industri Elektronik Terancam

bytedaily - Kelangkaan chip semikonduktor global diprediksi akan berlanjut lebih lama dari perkiraan sebelumnya, bahkan hingga akhir dekade ini. Chairman SK Hynix, Chey Tae Won, memperkirakan krisis pasokan DRAM dapat berlangsung hingga melewati tahun 2028, dengan potensi bertahan hingga 2030.

Prediksi Chey Tae Won ini berbeda signifikan dari estimasi analis sebelumnya yang memperkirakan krisis hanya akan berlangsung sekitar dua tahun, berdasarkan rencana peningkatan kapasitas produksi pabrik baru. Ia memproyeksikan kelangkaan ini akan berlangsung selama empat hingga lima tahun ke depan, dengan proyeksi kekurangan pasokan wafer dapat mencapai lebih dari 20 persen.

Pemicu utama krisis chip ini adalah lonjakan permintaan dari perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data generasi terbaru yang membutuhkan memori berbandwidth tinggi (HBM) dalam jumlah besar. HBM sendiri memerlikan banyak wafer untuk produksinya.

Menyusul prediksi tersebut, SK Hynix sedang menyusun strategi untuk menstabilkan harga DRAM yang sudah mengalami lonjakan, berdampak pada harga komponen RAM DDR5 dan DDR4. Situasi ini berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi industri elektronik konsumen, termasuk kenaikan harga produk dan penundaan peluncuran perangkat baru.

Sebelumnya, beberapa pabrikan smartphone telah mengumumkan kenaikan harga jual produk mereka di berbagai segmen, dengan peningkatan berkisar antara di bawah 10 persen hingga 25 persen. Lembaga riset bahkan memprediksi penurunan pengiriman ponsel pintar dan PC sebesar 10 persen pada tahun 2026 akibat biaya komponen yang semakin mahal dan menekan permintaan serta produksi.