bytedaily
Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:32 WIB

SpaceX Akan Dirikan Kompleks Peluncuran Roket Terbesar di Louisiana Bernilai Rp1.770 Triliun

Redaksi 26 Agustus 2026 1 views
SpaceX Akan Dirikan Kompleks Peluncuran Roket Terbesar di Louisiana Bernilai Rp1.770 Triliun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, berencana mendirikan kompleks peluncuran roket terbesarnya di wilayah selatan Louisiana, Amerika Serikat. Proyek raksasa ini diperkirakan menelan biaya hingga US$100 miliar atau sekitar Rp1.770 triliun. Lahan seluas 50,5 ribu hektar di Pecan Island akan diubah menjadi pusat pengembangan roket yang disebut starbase, sekaligus untuk satelit kecerdasan buatan (AI).

Louisiana Starbase ini akan menjadi pelengkap jaringan peluncuran roket SpaceX yang saat ini berpusat di Texas dan Florida. Pembangunan kompleks baru ini akan dilakukan bersamaan dengan pengembangan tahap akhir roket generasi terbaru mereka. SpaceX menargetkan pembangunan dimulai tahun depan dan peluncuran roket pertama dijadwalkan pada 2029.

Menurut Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, starbase ini dirancang untuk mampu menangani ribuan peluncuran roket setiap tahunnya. Shotwell menekankan bahwa target ambisius tersebut tetap akan mempertimbangkan kendala teknis dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Fasilitas di kompleks ini akan mencakup produksi bahan bakar metana, pembangkit listrik, pelabuhan, bandara, dan bengkel mandiri untuk menunjang operasional tanpa ketergantungan pada infrastruktur eksternal.

Shotwell mengklaim bahwa pembangunan tidak akan menghancurkan seluruh area lahan yang luas tersebut, melainkan akan mempertahankan sebagian besar lahan agar tetap alami. Video animasi dari SpaceX juga menampilkan beberapa titik peluncuran yang dikelilingi oleh ruang terbuka hijau. SpaceX telah merancang rencana lingkungan yang mencakup upaya pemulihan lahan rawa dan garis pantai Pecan Island sebagai penahan alami terhadap banjir saat curah hujan tinggi. Perusahaan juga akan mendanai kegiatan perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan lingkungan selama pembangunan.

Lahan yang akan digunakan sebelumnya merupakan area sengketa antara perusahaan migas ExxonMobil dan pemerintah lokal terkait kerusakan lingkungan. Namun, sengketa tersebut telah mencapai kesepakatan damai pada Juli, sehingga membuka jalan bagi SpaceX untuk menguasai lahan pesisir sepanjang 29 kilometer tersebut. Ekspansi SpaceX di wilayah selatan AS memang semakin signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembangunan pusat data AI di Tennessee dan Mississippi, serta fasilitas internet satelit Starlink di Austin. Perusahaan ini juga berencana membangun pabrik produksi chip di Texas.

Pembangunan Louisiana Starbase mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. SpaceX berupaya menciptakan setidaknya 3.000 lapangan kerja baru di wilayah tersebut. Gubernur Jeff Landry menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan manfaat teknologi dan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, membawa momentum bagi masyarakat, dan berkontribusi pada perlindungan pesisir.

CEO SpaceX, Elon Musk, memandang kapal luar angkasa sangat penting untuk memperluas jaringan Starlink dengan ribuan satelit pemroses data dan AI. Roket-roket ini juga diharapkan berkontribusi langsung pada misi program Artemis NASA.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.