bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Starship Capai Orbit dan Lepaskan 26 Satelit Starlink

Redaksi 29 September 2026 16 views
Starship Capai Orbit dan Lepaskan 26 Satelit Starlink
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, roket Starship milik SpaceX berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya dan melepas 26 satelit Starlink pada Senin (28/9). Misi itu berlangsung lebih singkat dari rencana setelah salah satu mesin utama Starship mengalami gangguan.

Penerbangan uji tanpa awak yang ke-14 tersebut awalnya direncanakan berlangsung selama 10 jam. SpaceX kemudian memangkas durasinya menjadi tiga jam setelah satu dari tiga mesin utama mati tak lama setelah Starship terpisah dari roket pendorong Super Heavy.

Misi ini juga menjadi penerbangan komersial pertama Starship yang menghasilkan pendapatan, meskipun desain akhir wahana tersebut masih dikembangkan. Kendaraan setinggi sekitar 40 lantai itu diluncurkan dari fasilitas Starbase milik SpaceX, dekat Brownsville, Texas.

Super Heavy mengantarkan Starship ke antariksa, lalu kembali ke perairan Teluk Meksiko dengan bantuan mesin untuk mengendalikan pendaratan. SpaceX menyampaikan bahwa beberapa mesin pendorong berhenti berfungsi saat booster turun.

Gangguan pada mesin utama Starship sempat membuat SpaceX membatalkan rencana untuk melanjutkan upaya memasuki orbit. Juru bicara SpaceX Dan Huot menyampaikan keputusan tersebut dalam siaran langsung. Beberapa menit kemudian, tim teknisi memastikan mesin lain masih bisa dinyalakan untuk mendorong wahana ke orbit.

Starship kemudian mencapai orbit dan melepas 26 satelit Starlink generasi terbaru pada ketinggian sekitar 269 kilometer. Pendiri SpaceX Elon Musk menyatakan di X bahwa seluruh satelit operasional Starlink V3 telah dilepas dan berfungsi normal.

Dean Sladen, manajer kualitas sekaligus insinyur dirgantara di Accu Components, menyebut keberhasilan menempatkan semua satelit di orbit sasaran sebagai pencapaian besar. Ia juga menyoroti penanganan tim terhadap kegagalan mesin saat wahana menanjak.

Gangguan mesin serupa pernah terjadi dalam sejumlah penerbangan suborbital Starship sebelumnya. Masalah itu menjadi perhatian karena mesin dibutuhkan untuk mengendalikan pergerakan wahana di antariksa, termasuk dalam misi mendatang yang direncanakan membawa astronaut NASA ke Bulan.

Setelah misi dipersingkat, Starship turun secara terkendali menuju Samudra Pasifik. Menjelang menyentuh laut, wahana mengubah posisi hingga tegak dengan hidung menghadap ke atas. Api terlihat di bagian bawah saat wahana menyentuh permukaan laut, sebelum Starship terguling dan diikuti bola api besar. SpaceX sejak awal tidak berencana mengambil wahana itu untuk digunakan kembali.

Keberhasilan mencapai orbit menjadi tonggak penting bagi Starship. Sebelumnya, Elon Musk memperkirakan pencapaian itu dapat terjadi pada 2022 dan pelepasan satelit menyusul pada 2023. Namun, 13 penerbangan uji sejak 2023 sebelumnya hanya mencapai lintasan suborbital.

Starship dikembangkan untuk mendukung peluncuran satelit Starlink dan misi NASA ke Bulan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.