bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah startup asal Amerika Serikat dengan nama Fermi Explorer mengumumkan rencana mengirim wahana luar angkasa ke sistem bintang Alpha Centauri yang berjarak sekitar 4,4 tahun cahaya atau 40 triliun kilometer dari Bumi, dengan pendanaan sebesar US$15 juta (sekitar Rp265 miliar).
Menurut informasi tersebut, Fermi Explorer menargetkan peluncuran wahana kecil pada tahun 2029. Diperkirakan, perjalanan tersebut akan memakan waktu sekitar 80 ribu tahun untuk mencapai Alpha Centauri.
Pendiri dan presiden startup, Philip Johnston, menyatakan bahwa tujuan utama misi ini adalah menginspirasi generasi mendatang untuk mengembangkan teknologi perjalanan antarbintang yang lebih cepat. Ia menambahkan, "Kami berharap menjadi yang pertama berangkat dan terakhir sampai di Alpha Centauri."
Johnston juga menegaskan bahwa Fermi Explorer tidak ingin menjadi salinan dari proyek Breakthrough Starshot milik Yuri Milner yang diumumkan pada 2016 dengan dana US$100 juta, karena proyek tersebut belum menetapkan tanggal peluncuran.
Wahana Fermi Explorer akan menggunakan sistem pendorong berbasis tenaga surya yang telah teruji, serta melakukan serangkaian manuver pembakaran selama 12 tahun mengelilingi Matahari untuk memperoleh kecepatan yang diperlukan sebelum meninggalkan tata surya.
Johnston mengakui bahwa wahana tidak akan mencapai Alpha Centauri dalam rentang hidup manusia, namun menekankan bahwa misi ini dimaksudkan sebagai langkah pertama yang dapat memotivasi generasi berikutnya. Sejauh ini, hanya dua rover manusia, Voyager 1 dan Voyager 2, yang berhasil keluar dari tata surya.
Wahana tersebut akan membawa muatan seberat 1 kilogram dalam kotak berukuran 10 x 10 sentimeter. Fermi Explorer membuka periode tiga bulan untuk menerima proposal muatan ilmiah dan artistik yang akan dibawa ke Alpha Centauri, termasuk salinan digital Golden Record Voyager serta pesan-pesan dari anak‑anak di seluruh dunia.
Mantan perwira Angkatan Udara AS, Garrett Jameson, yang akan memimpin operasional harian, menyatakan bahwa bagian paling menginspirasi dari misi ini adalah kemampuan untuk memulai meski kondisi belum sempurna, serta memberikan warisan bermakna bagi generasi selanjutnya.