bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan rintisan teknologi asal China, Moonshot AI, kembali menarik perhatian dunia kecerdasan buatan (AI) dengan peluncuran model terbarunya, Kimi K3. Model ini diklaim memiliki kemampuan yang dapat bersaing dengan platform AI terkemuka dari OpenAI dan Anthropic.
Kemunculan Kimi K3 menjadi indikasi terbaru dari meningkatnya kapabilitas startup AI di China dalam mengembangkan model AI berlisensi terbuka (open-source). Kemampuan mereka kini semakin diperhitungkan dan mampu menantang dominasi perusahaan-perusahaan AI besar yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, pasar AI global juga sempat diguncang oleh kehadiran model DeepSeek pada awal tahun 2025, yang juga berasal dari China. Pendiri dan CEO Arena, sebuah platform evaluasi sistem AI, Anastasios Angelopoulos, bahkan menyebut peluncuran Kimi K3 sebagai salah satu peluncuran terbesar tahun ini.
Menurut Angelopoulos, Kimi K3 menjadi sorotan karena model AI open-source dari China ini dilaporkan mulai melampaui performa model AI closed-source dari AS dalam beberapa pengujian. Arena mencatat bahwa Kimi K3 menduduki peringkat teratas dalam pengujian kemampuan front-end coding, yang merupakan salah satu tolok ukur penting untuk performa model bahasa besar (LLM).
Peluncuran Kimi K3 ini bertepatan menjelang pidato Presiden China Xi Jinping di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai. Dalam pidatonya, Xi menekankan bahwa pengembangan AI seharusnya menjadi upaya kolaborasi global, bukan hanya monopoli satu negara.
Kemajuan pesat AI di China terjadi di tengah penerapan pembatasan ekspor teknologi canggih oleh AS. Kebijakan ini diduga mendorong perusahaan-perusahaan China untuk lebih giat mengembangkan teknologi AI dan perangkat keras mereka secara mandiri.
Meskipun Moonshot AI belum merinci perangkat keras yang digunakan untuk melatih Kimi K3, perusahaan tersebut diketahui memiliki kemitraan dengan Huawei. Laporan analis Bank of America menyebutkan bahwa biaya operasional Kimi K3 merupakan yang tertinggi di antara model AI China saat ini, namun tarifnya masih sekitar separuh dari biaya penggunaan model GPT-5.6 Sol dari OpenAI.
Sebelum Kimi K3, startup AI China lainnya, Zhipu (Z.ai), juga telah merilis model GLM-5.2. Model ini diklaim telah banyak diadopsi oleh pengembang perangkat lunak dan menawarkan performa yang mendekati model AI terkemuka AS dengan biaya yang lebih terjangkau.
Namun, di balik kemajuan ini, Moonshot dan beberapa perusahaan AI China lainnya masih menghadapi tuduhan dari perusahaan AI AS. Anthropic sebelumnya menuding DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax menggunakan teknik *distillation* secara tidak sah untuk menyerap kemampuan model Claude demi meningkatkan model AI mereka. Anthropic mengakui *distillation* adalah metode pengembangan AI yang sah, namun menjadi masalah jika digunakan untuk meniru kemampuan pesaing dengan cepat dan biaya murah. Pemerintah China telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak memiliki dasar.