bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Stasiun Bogor Direvitalisasi Menjadi Kawasan Transportasi Terpadu

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Stasiun Bogor Direvitalisasi Menjadi Kawasan Transportasi Terpadu
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Kota Bogor tengah merencanakan revitalisasi Stasiun Bogor. Penataan ini bertujuan untuk mengubah kawasan stasiun menjadi sebuah pusat transportasi terpadu yang akan meningkatkan kenyamanan dan kapasitas layanan angkutan massal.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa revitalisasi Stasiun Bogor akan membuatnya menjadi lebih nyaman, mampu menampung lebih banyak penumpang, serta tampil lebih indah. Rencana penataan ini mencakup pengaturan area naik turun penumpang, lokasi pemberhentian transportasi umum atau feeder, hingga alur penjemputan.

Menurut Bobby, pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan Kota Bogor sebagai contoh ikonik dalam penyediaan fasilitas transportasi massal di masa mendatang. Pembahasan mengenai pengembangan layanan perkeretaapian ini telah dilakukan antara PT KAI dan Pemkot Bogor di Balai Kota Bogor.

Selain revitalisasi stasiun, kedua belah pihak juga mendiskusikan integrasi kawasan Stasiun Bogor dengan Alun-alun Kota Bogor yang lokasinya berdekatan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengkonfirmasi bahwa penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Ia menambahkan bahwa Pemkot Bogor akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi pengembangan layanan perkeretaapian ini.

Sebagai landasan kerja sama, Pemkot Bogor dan PT KAI akan segera menyusun nota kesepahaman (MoU) untuk penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor. Dedie berharap penataan ini akan menjadikan kawasan tersebut lebih baik, ikonik, dan menjadi kebanggaan Kota Bogor serta Indonesia untuk masa depan transportasi yang lebih nyaman.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana pengembangan transportasi berbasis rel lainnya, termasuk fasilitas pelayanan perkeretaapian di Kelurahan Sukaresmi, Light Rail Transit (LRT), trem, aktivasi Stasiun Ciomas-Rancamaya beserta pembukaan akses jalan, serta rencana perpanjangan relasi commuter line hingga Cigombong.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.