bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Stok Beras NTT Dipastikan Aman Pasca-Gempa, Pemerintah Tambah Empat Kali Lipat

Redaksi 18 Agustus 2026 3 views
Stok Beras NTT Dipastikan Aman Pasca-Gempa, Pemerintah Tambah Empat Kali Lipat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memberikan jaminan bahwa pasokan beras untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman pasca-bencana gempa.

Pemerintah Indonesia bahkan telah mengambil langkah untuk memperkuat stok beras di wilayah yang terdampak gempa hingga lima kali lipat dari kondisi normal.

"Ini kalau dihitung ada lima kali lipat ya (stok beras di NTT), lima kali lipat. Aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton, aman, insyaallah aman," ujar Amran dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/8).

Selain itu, Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan senilai kurang lebih Rp100 miliar untuk NTT. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk penanganan bencana melalui Bapanas.

"Baru kami mau berangkat hari ini atau besok, tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp100 miliar, (saya) sebagai kepala Bapanas. Ada beras, baru beras, kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung," jelasnya.

Menurut Amran, bantuan beras tersebut sudah tersedia di lokasi melalui Perum Bulog. Keputusan untuk menyalurkan bantuan diambil segera setelah gempa terjadi, meskipun bertepatan dengan hari libur.

"Barangnya ada di sana, Bulog sudah (kirim). Justru Sabtu saat bencana, hari libur kan hari Sabtu, langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, Bulog, kami telepon Dirut Bulog (Ahmad Rizal Ramdhani). Yang butuh beras diberi, nanti tanda tangannya menyusul," ungkapnya.

Amran menekankan bahwa urusan administrasi penyaluran bantuan dapat diselesaikan kemudian karena kebutuhan pangan masyarakat di tengah kondisi bencana tidak bisa ditunda.

"Malam baru saya tanda tangan karena ini kemanusiaan, enggak boleh ditunda. Makan itu enggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul, tapi kami sudah tanda tangan semua," tambahnya.

Menteri Pertanian dijadwalkan akan segera bertolak ke NTT untuk memantau langsung kondisi di lapangan dan proses penyaluran bantuan. Ia juga berencana untuk memeriksa proyek strategis nasional di Flores sesampainya di sana.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dengan pusat gempa berlokasi di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai dari 15 hingga 28 Agustus 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Senin (17/8), korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 68 orang. Korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai (26 orang), Manggarai Timur (24 orang), Nagekeo (delapan orang), Sikka (empat orang), serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing dua orang.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat 213 orang mengalami luka-luka. Gempa tersebut mengakibatkan ribuan bangunan mengalami kerusakan di berbagai wilayah seperti Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka. Fasilitas umum seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran, dan akses jalan juga terdampak.

Hingga Senin (17/8), Pos Pendamping Nasional mencatat adanya 1.576 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. BMKG melaporkan 54 gempa susulan di antaranya dirasakan oleh warga. Aktivitas gempa dilaporkan masih fluktuatif dan diperkirakan baru akan stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.