bytedaily
Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Strategi Media Sosial Bergeser ke Pendekatan Social-First di Tengah Kompleksitas Platform

Redaksi 26 Agustus 2026 3 views
Strategi Media Sosial Bergeser ke Pendekatan Social-First di Tengah Kompleksitas Platform
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, lanskap media sosial kini mengalami pergeseran fokus dalam strategi komunikasi brand, beralih dari sekadar distribusi konten menjadi pemahaman mendalam terhadap audiens.

Perkembangan algoritma, perubahan perilaku konsumen, serta karakteristik unik setiap platform media sosial menuntut pendekatan yang lebih canggih. Agensi kreatif kini memperkuat strategi yang berorientasi pada 'social-first', yang berarti mempertimbangkan karakter platform dan kebiasaan audiens sejak tahap awal proses kreatif.

Feel Good Network, misalnya, mengintegrasikan Lengua, sebuah agensi kreatif yang memiliki spesialisasi dalam strategi media sosial, produksi konten, storytelling yang disesuaikan dengan platform, dan kolaborasi dengan kreator. Langkah ini diambil untuk menjawab perubahan pola konsumsi media sosial, di mana konten yang efektif di satu platform belum tentu berhasil di platform lain, dan jangkauan luas tidak selalu berbanding lurus dengan keterlibatan atau kepercayaan audiens.

Pendekatan Lengua berakar pada pemahaman perilaku pengguna, sifat platform, dan dinamika budaya digital. Hal ini memungkinkan penentuan format konten, gaya komunikasi, serta strategi keterlibatan yang relevan dengan setiap platform.

Salah satu kolaborasi Lengua yang patut diperhatikan adalah kerja sama dengan Grab Indonesia sejak 2024, yang mencakup lebih dari 40 kampanye. Melalui strategi yang berfokus pada KOL, storytelling berbasis platform, dan produksi konten di berbagai kanal media sosial, kampanye seperti #MelajuDenganSyantiek berhasil menarik perhatian. Kampanye ini, yang bertujuan merekrut pengemudi perempuan Grab, mencatat 26,6 juta tayangan, 8 juta jangkauan, dan 1,3 juta interaksi, serta menghasilkan lebih dari 20.000 prospek pengemudi perempuan dengan estimasi ROI 2,82 kali.

Keberhasilan Lengua juga diakui melalui 16 penghargaan yang diraih pada tahun 2026 dari Hashtag Asia Awards dan Content Marketing Awards Asia-Pacific (CMAA), termasuk dua penghargaan Emas, empat Perak, dan sepuluh Perunggu.

Co-Founder & CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, menyatakan bahwa integrasi Lengua bukan hanya memperluas layanan, tetapi juga memperkuat ekosistem yang telah dibangun. Ia menekankan pentingnya spesialis yang memahami budaya, algoritma, kreator, dan konten dalam satu strategi pertumbuhan di tengah kompleksitas platform sosial yang terus berkembang.

Bagi Lengua, bergabung dengan Feel Good Network membuka akses ke ekosistem yang lebih luas dan kolaborasi dengan para spesialis di bidang brand, kreatif, konten, kreator, media, dan data. Co-Founder & Managing Director Lengua, Darryl Driyarto Han, menegaskan bahwa agensi tersebut akan tetap mempertahankan pendekatan yang berfokus pada pemahaman manusia dan budaya digital sebelum platform, sambil memperluas jangkauan perspektifnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.