bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:11 WIB

Strategi Mengajukan KPR di Tengah Kenaikan BI Rate

Redaksi 20 Juni 2026 11 views
Strategi Mengajukan KPR di Tengah Kenaikan BI Rate
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Kenaikan ini merupakan yang pertama setelah BI menahan suku bunga di level 4,75 persen selama tujuh bulan. BI menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Kenaikan BI Rate ini berpotensi meningkatkan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perencana keuangan Tejasari dari Tatadana Consulting menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate akan berdampak pada suku bunga pinjaman bank, khususnya bagi nasabah dengan KPR berbunga floating atau yang baru mengambil cicilan. Ia menambahkan bahwa bank akan menyesuaikan kemampuan jumlah utang yang diberikan berdasarkan besaran bunga dan kemampuan bayar nasabah, sementara penghasilan masyarakat cenderung tetap.

Untuk menghadapi kondisi ini, Tejasari menyarankan beberapa strategi saat mengajukan KPR. Pertama, calon peminjam disarankan untuk mengecek besaran cicilan yang akan dibayar dan menyesuaikannya dengan kemampuan bayar. Idealnya, besaran cicilan KPR tidak melebihi sepertiga dari gaji untuk menghindari beban finansial yang berat. Bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap, batas ini sebaiknya diturunkan menjadi 25-30 persen dari penghasilan rata-rata.

Strategi lain yang disarankan adalah memperbesar jumlah pembayaran uang muka (DP) untuk mengurangi jumlah cicilan pokok. Selain itu, calon peminjam juga dianjurkan untuk membandingkan program bunga tetap (fixed) dan mengambang (floating) yang ditawarkan oleh bank. Tejasari menyebutkan bahwa program dengan bunga fixed yang lebih panjang dapat memberikan kenyamanan dalam pembayaran.

Senada dengan itu, perencana keuangan Andy Nugroho dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) menyatakan bahwa masyarakat masih memiliki peluang untuk memiliki rumah meskipun BI Rate mengalami kenaikan. Namun, ia menekankan bahwa calon peminjam KPR mungkin perlu mengerahkan usaha lebih besar untuk memastikan kelancaran pembayaran cicilan.

Andy mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada properti impian semata, melainkan mencari hunian yang paling realistis dan terjangkau secara finansial. Ia juga merekomendasikan calon peminjam untuk mengajukan permohonan KPR ke dua atau tiga bank berbeda. Tujuannya adalah untuk memiliki cadangan jika pengajuan tidak disetujui oleh satu bank, serta untuk mendapatkan gambaran dan perbandingan skema KPR yang paling sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan kemampuan finansial.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.