bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, sebuah penelitian menduga Matahari pernah menelan planet Super-Earth pada masa awal pembentukan Tata Surya. Penelitian yang dipimpin Prof. Mutlu Yildiz dari Ege University, Turki, memperkirakan planet tersebut bermassa lima hingga 10 kali massa Bumi.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society itu menyebut planet yang melintasi lapisan luar Matahari mungkin meninggalkan jejak kimia sebelum hancur. Dugaan tersebut muncul dari ketidaksesuaian antara model evolusi Matahari dan hasil pengamatan, termasuk perubahan kecil pada struktur internal Matahari serta rendahnya kadar lithium di permukaannya.
Menurut simulasi para peneliti, tumbukan dengan planet itu mungkin mendorong sebagian besar lithium ke lapisan Matahari yang lebih dalam. Di sana, unsur tersebut dapat hancur lebih cepat dibandingkan jika berada di permukaan.
Hipotesis ini juga menawarkan kemungkinan penjelasan atas ketiadaan Super-Earth di Tata Surya, sementara planet sejenis banyak ditemukan di sistem bintang lain. Namun, para peneliti menegaskan kesimpulan tersebut masih berdasarkan model komputasi teoretis. Kepastian mengenai peristiwa itu membutuhkan teknologi yang dapat merekonstruksi kejadian miliaran tahun lalu secara terperinci.