bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Studi Menelusuri Peran Lubang Hitam Supermasif dalam Evolusi Galaksi

Redaksi 27 September 2026 17 views
Studi Menelusuri Peran Lubang Hitam Supermasif dalam Evolusi Galaksi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, penelitian terhadap sembilan galaksi lokal mengkaji bagaimana aktivitas lubang hitam supermasif memengaruhi pembentukan bintang dan evolusi galaksi.

Objek yang diteliti merupakan galaksi dengan active galactic nuclei (AGN) di pusatnya. AGN adalah wilayah sangat terang dan turbulen yang terbentuk ketika lubang hitam supermasif menyerap gas serta debu. Lubang hitam tersebut dapat memiliki massa jutaan hingga miliaran kali massa Matahari.

Energi dari AGN yang menghantam awan gas atau medium antarbintang menimbulkan gelombang kejut. Proses yang dikenal sebagai umpan balik AGN ini dapat mengalihkan gas dan debu, yaitu bahan yang diperlukan untuk membentuk bintang. Meski kerap dikaitkan dengan berhentinya pembentukan bintang, proses tersebut juga diduga dapat mendorong kelahiran bintang dan berperan dalam evolusi galaksi.

Penelitian yang diterbitkan pada Senin (14/9) di The Astrophysical Journal memetakan proses tersebut. Lisa Kewley dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian menyatakan riset ini membantu menjelaskan siklus umpan balik yang berperan dalam evolusi galaksi. Menurutnya, lubang hitam tidak hanya menyerap materi, tetapi juga mengubah lingkungan di sekitarnya.

Lubang hitam supermasif diperkirakan berada di pusat semua galaksi besar, tetapi tidak semuanya aktif. Sagittarius A (Sgr A) di pusat Bima Sakti, misalnya, disebut relatif tidak aktif. Sementara itu, lubang hitam aktif dapat dikelilingi piringan gas dan debu yang berputar. Gesekan di dalam piringan membuat materi tersebut bersinar sebagai AGN.

Sebagian materi yang tidak ditelan lubang hitam dapat terlontar melalui kutubnya dalam dua pancaran plasma yang membentang hingga ribuan tahun cahaya. Untuk mengamati AGN yang sedang mengakumulasi materi, tim menggunakan Very Large Telescope (VLT) dan Multi Unit Spectroscopic Explorer (MUSE). Peixin Zhu dari Pusat Astrofisika mengatakan analisis mereka menunjukkan bahwa lubang hitam tidak hanya menyerap materi, tetapi juga mengeluarkannya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.