bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Studi Telusuri Pengaruh Lubang Hitam Supermasif terhadap Evolusi Galaksi

Redaksi 27 September 2026 13 views
Studi Telusuri Pengaruh Lubang Hitam Supermasif terhadap Evolusi Galaksi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah penelitian mengkaji bagaimana aktivitas lubang hitam supermasif dapat memengaruhi evolusi galaksi, termasuk pembentukan bintang. Para astronom mengamati sembilan galaksi lokal yang memiliki active galactic nuclei (AGN) di pusatnya.

AGN merupakan wilayah terang dan turbulen di sekitar lubang hitam supermasif. Lubang hitam ini dapat memiliki massa jutaan hingga miliaran kali massa Matahari dan menyerap gas serta debu dalam jumlah besar.

Energi yang keluar dari kawasan AGN dapat menghantam awan gas di sekitarnya dan menimbulkan gelombang kejut. Proses yang disebut umpan balik AGN itu melontarkan energi ke lingkungan sekitar serta mengalihkan gas dan debu, yang merupakan bahan pembentukan bintang.

Umpan balik AGN kerap dikaitkan dengan terhentinya pembentukan bintang. Namun, para ilmuwan telah lama menduga bahwa proses tersebut juga berpotensi mendorong pembentukan bintang dan berperan dalam evolusi galaksi. Penelitian yang terbit pada Senin (14/9) di The Astrophysical Journal memetakan proses tersebut.

Lisa Kewley dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian, salah satu anggota tim, menyebut penelitian ini membantu memahami siklus umpan balik yang kompleks dan berperan penting dalam evolusi galaksi. Ia mengatakan lubang hitam tidak hanya menyerap materi, tetapi juga membentuk kembali lingkungan di sekitarnya.

Lubang hitam supermasif diperkirakan berada di pusat semua galaksi besar, tetapi tidak semuanya aktif. Sagittarius A (Sgr A) di pusat Bima Sakti, misalnya, relatif tidak aktif. Dalam teks sumber, aktivitas makannya diibaratkan seperti manusia yang memakan satu butir nasi setiap satu juta tahun.

Lubang hitam supermasif yang aktif dapat dikelilingi piringan akresi, yaitu gas dan debu yang berputar sebelum ditarik oleh gravitasi. Gesekan di dalam piringan membuat materi bersinar terang sebagai AGN. Sebagian materi yang tidak tertelan dapat dilontarkan dari kutub lubang hitam sebagai dua pancaran plasma yang membentang hingga ribuan tahun cahaya.

Untuk mengamati AGN saat lubang hitam supermasif mengakumulasi materi, tim menggunakan Very Large Telescope (VLT) dan Multi Unit Spectroscopic Explorer (MUSE). Peixin Zhu dari Pusat Astrofisika mengatakan analisis mereka memperlihatkan bahwa lubang hitam tidak hanya menyerap materi, tetapi juga mengeluarkannya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.