bytedaily
Jumat, 22 Mei 2026 - 08:47 WIB

Studi Terbaru Ungkap Keuntungan Kognitif Senam Intensitas Tinggi Interval (HIIT) pada Lansia

Redaksi 28 Februari 2026 9 views
Studi Terbaru Ungkap Keuntungan Kognitif Senam Intensitas Tinggi Interval (HIIT) pada Lansia
Lansia melakukan sesi latihan intensitas tinggi menggunakan sepeda statis di bawah pengawasan.

Sebuah studi intervensi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal GeroScience menyoroti potensi besar Latihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT) sebagai strategi non-farmakologis untuk melawan penurunan kognitif terkait usia. Penelitian ini melibatkan kelompok lansia (usia 65-80 tahun) yang selama 12 minggu menjalani rejimen latihan yang menggabungkan sesi berjalan cepat atau bersepeda singkat dengan interval pemulihan singkat, kontras dengan kelompok kontrol yang melakukan latihan intensitas sedang berkelanjutan (MOD) atau tidak berolahraga sama sekali.

Para peneliti dari Universitas XYZ menemukan bahwa kelompok HIIT menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor tes yang mengukur fungsi eksekutif—kemampuan untuk merencanakan, fokus, mengingat instruksi, dan melakukan banyak tugas secara bersamaan. Selain itu, analisis pencitraan otak menunjukkan peningkatan plastisitas saraf di korteks prefrontal, area otak yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dan memori kerja, pada subjek yang melakukan HIIT.

Dr. Amelia Rossi, penulis utama studi, menyatakan, "Temuan kami mengindikasikan bahwa jantung bukan satu-satunya organ yang mendapat keuntungan dari sesi latihan berdurasi pendek namun intens ini. Durasi latihan yang relatif singkat (30 menit tiga kali seminggu) membuatnya sangat mudah diakses oleh lansia, namun dampaknya terhadap neuroplastisitas sangat mendalam. Hal ini mendukung hipotesis bahwa kebutuhan energi yang tiba-tiba dan tinggi selama interval intensitas memicu pelepasan faktor neurotropik seperti BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) secara lebih efektif daripada latihan intensitas rendah.

Meskipun penelitian sebelumnya telah mengaitkan olahraga aerobik dengan kesehatan otak, studi ini memberikan bukti kuat bahwa HIIT, yang sering dianggap terlalu melelahkan bagi lansia, justru dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan cadangan kognitif. Implikasi praktisnya adalah mendorong fasilitas perawatan lansia dan program rehabilitasi untuk mengintegrasikan bentuk latihan yang lebih dinamis ini dalam rutinitas mereka untuk mempromosikan penuaan yang sehat secara holistik.