bytedaily
Jumat, 22 Mei 2026 - 08:48 WIB

Studi Terbaru Ungkap Manfaat Kognitif Latihan Ketahanan Intensitas Tinggi (HIIT) pada Penuaan Otak

Redaksi 01 Maret 2026 9 views
Studi Terbaru Ungkap Manfaat Kognitif Latihan Ketahanan Intensitas Tinggi (HIIT) pada Penuaan Otak
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a5/Olahraga_Gantole.jpg
bytedaily -

Sebuah penelitian terobosan yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience Quarterly minggu ini menyoroti potensi besar Latihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT) dalam memerangi penurunan kognitif terkait usia. Para peneliti dari Institut Ilmu Saraf dan Kebugaran Global menemukan bahwa subjek lansia (usia 65-80 tahun) yang secara rutin melakukan sesi HIIT dua kali seminggu menunjukkan peningkatan signifikan dalam memori kerja dan kecepatan pemrosesan informasi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang melakukan latihan aerobik intensitas sedang.

Mekanisme di balik manfaat ini diduga berkaitan dengan peningkatan produksi BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), sebuah protein yang berperan vital dalam neuroplastisitas dan kelangsungan hidup neuron. Dr. Elias Vance, penulis utama studi, menjelaskan bahwa sifat 'on-off' intensitas tinggi dari HIIT memicu respons stres yang terkontrol, yang secara paradoks merangsang jalur perbaikan dan pertumbuhan otak secara lebih efektif dibandingkan latihan stabil.

Lebih lanjut, analisis pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) menunjukkan peningkatan konektivitas dalam jaringan mode default (DMN) dan jaringan kontrol eksekutif pada kelompok HIIT. Peningkatan konektivitas ini berkorelasi langsung dengan skor yang lebih tinggi pada uji coba kinerja kognitif yang mengukur kemampuan multitasking dan pengambilan keputusan cepat. Temuan ini memperkuat argumen bahwa olahraga berbasis intensitas tinggi dapat diintegrasikan ke dalam strategi pencegahan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Meskipun demikian, para ilmuwan menekankan pentingnya pengawasan medis saat menginisiasi program HIIT, terutama bagi populasi lansia atau mereka yang memiliki kondisi kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya. Penelitian selanjutnya akan berfokus pada durasi optimal program HIIT untuk mendapatkan manfaat kognitif maksimal tanpa menimbulkan risiko cedera.