bytedaily - Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa kondisi kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim secara tak terduga turut berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan bakteri terhadap antibiotik. Temuan ini menyoroti adanya ancaman serius terhadap kesehatan global, mengingat resistensi antibiotik telah menjadi momok yang menyebabkan jutaan kematian setiap tahunnya.
Para ilmuwan dari Caltech mengamati bahwa gen-gen resistensi antibiotik yang lazim ditemukan pada bakteri tanah juga terdeteksi pada patogen yang menginfeksi pasien di rumah sakit. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan karena bakteri memiliki kemampuan untuk mentransfer materi genetiknya secara horizontal, memungkinkan penyebaran sifat resisten dari mikroba lingkungan ke patogen manusia dengan cepat di seluruh dunia.
Lebih lanjut, riset laboratorium mengonfirmasi bahwa saat kondisi tanah mengering, konsentrasi antibiotik alami yang diproduksi oleh bakteri lain meningkat. Peningkatan ini menciptakan tekanan evolusi yang menguntungkan bakteri yang sudah memiliki resistensi, sementara bakteri yang lebih rentan kesulitan bertahan hidup. Akibatnya, spesies bakteri yang lebih kuat dan kebal terhadap antibiotik dapat berkembang biak dengan lebih pesat, memperburuk masalah resistensi antibiotik di masa depan.