bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Studi Ungkap Faktor yang Membantu Kura-Kura Jonathan Hidup Hampir Dua Abad

Redaksi 11 Oktober 2026 13 views
Studi Ungkap Faktor yang Membantu Kura-Kura Jonathan Hidup Hampir Dua Abad
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances mengungkap sejumlah faktor yang membantu kura-kura raksasa Jonathan bertahan hidup hingga diperkirakan berusia 194 tahun. Umurnya yang panjang diduga tidak hanya berkaitan dengan faktor genetik, tetapi juga minimnya kerusakan genetik seiring pertambahan usia.

Peneliti mengidentifikasi 287 varian gen unik pada Jonathan. Gen-gen tersebut berperan dalam sejumlah proses tubuh, antara lain memperbaiki kerusakan DNA, mengurangi peradangan, mengatur insulin, dan menekan perkembangan kanker.

Salah satu peneliti, Justin Gerlach, mengatakan pengatur gen yang berkaitan dengan produksi energi dan perbaikan DNA tetap stabil pada Jonathan selama hampir dua abad. Pernyataan itu dikutip dari laman Universitas Cambridge.

Jonathan merupakan kura-kura raksasa Aldabra (Aldabrachelys gigantea) yang diperkirakan menetas pada 1832. Ia disebut sebagai kura-kura raksasa tertua yang masih hidup sekaligus hewan darat tertua di dunia saat ini. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di Pulau St. Helena, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan.

Jonathan tinggal di kawasan Plantation House, kediaman gubernur St. Helena. Ia tiba di pulau tersebut dari Seychelles sekitar 144 tahun lalu dalam keadaan dewasa dan diberikan sebagai hadiah kepada gubernur.

Tim peneliti juga membandingkan epigenom Jonathan dengan kura-kura raksasa lain yang lebih muda. Epigenom merupakan mekanisme yang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan gen. Hasilnya menunjukkan sakelar yang mengatur gen perbaikan DNA dan metabolisme Jonathan sangat mirip dengan yang dimiliki kerabatnya yang lebih muda.

Temuan itu menjadi penelitian pertama yang mengkaji epigenom kura-kura raksasa. Studi tersebut dipimpin peneliti dari Kallel, organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang berfokus pada riset umur panjang. Para peneliti menyebut kajian terhadap kode genetik hewan yang dapat hidup selama beberapa abad dapat memberi wawasan tentang kemampuan organisme bertahan dalam waktu yang sangat lama.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.