bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, tim arkeolog dan insinyur sipil asal Jerman meneliti kembali reruntuhan Grat Be'al Gibri, istana berusia sekitar 2.800 tahun di Yeha, Ethiopia. Pada masa kejayaannya, bangunan itu diduga menjadi struktur bertingkat yang menjulang di pusat kota tersebut.
Istana yang juga dikenal sebagai Grat Be'al Geubri itu diperkirakan dibangun sekitar 800 sebelum Masehi di wilayah Tigray, Ethiopia utara. Luasnya diperkirakan sekitar 60 x 60 meter, menjadikannya istana terbesar yang diketahui di Afrika Timur pada masanya.
Saat ini, situs tersebut sebagian besar berupa reruntuhan tangga batu dan sejumlah pilar. Pilar di bagian pintu masuk diperkirakan setinggi 10 meter. Jika digabungkan dengan bukti tangga yang tersisa, bangunan itu setidaknya memiliki tiga lantai. Tinggi sebenarnya belum dapat dipastikan karena sebagian besar strukturnya rusak akibat kebakaran.
Para peneliti mendapati bahwa bangunan itu menggunakan susunan batu dan kayu. Balok kayu diletakkan mendatar di antara batu-batu kasar sebagai penguat. Teknik yang dikenal sebagai timber-laced masonry tersebut juga ditemukan di sejumlah kawasan Arab Selatan dan Afrika Timur pada periode yang sama.
Tim mengukur bagian-bagian reruntuhan, lalu memasukkan hasilnya ke dalam model rekonstruksi virtual tiga dimensi untuk menguji daya dukung struktur. Karena jenis kayu dan material lain yang digunakan tidak diketahui pasti, mereka menjalankan beberapa simulasi dengan asumsi berbeda.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Heritage itu memperkirakan struktur tersebut berpotensi mencapai 19 lantai dalam salah satu skenario. Bahkan, dalam simulasi dengan kondisi yang paling tidak menguntungkan, bangunan diperkirakan masih dapat mencapai 16 lantai sebelum runtuh.
Angka tersebut merupakan perkiraan batas kemampuan struktur dan material, bukan bukti bahwa bangunan itu benar-benar dibangun setinggi itu. Para peneliti belum dapat memastikan apakah arsitek dan insinyur Yeha memanfaatkan seluruh potensi tersebut.
Penelitian ini menambah kajian mengenai sejarah arsitektur Ethiopia. Grat Be'al Gibri juga tercatat dalam daftar sementara UNESCO sebagai situs yang berpotensi diajukan untuk memperoleh status Warisan Dunia.