bytedaily - Perum Bulog kini memiliki amunisi finansial tambahan untuk menggenjot penyerapan gabah setara beras hingga 4 juta ton. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengonfirmasi bahwa perusahaan pelat merah ini telah mendapatkan subsidi bunga sebesar 2 persen dari bank-bank Himbara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban pembiayaan Bulog dalam menjalankan mandatnya menjaga ketersediaan pangan nasional.
Subsidi bunga tersebut merupakan hasil pembagian total bunga pinjaman sebesar 4 persen, di mana pemerintah menanggung 2 persen dan Bulog juga mendapatkan keringanan 2 persen. Dukungan ini telah mendapatkan lampu hijau dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan kepastian finansial bagi Bulog. Dengan berkurangnya beban biaya operasional, Bulog diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses penyerapan dan distribusi komoditas pangan strategis.
Secara keseluruhan, alokasi anggaran untuk penyerapan komoditas pangan, termasuk gabah setara beras, kedelai, dan jagung pakan, mencapai Rp68,6 triliun. Hingga 13 April 2026, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 1,9 juta ton setara beras, atau 48,7 persen dari target 4 juta ton. Stok beras Bulog saat ini tercatat 4,727 juta ton, dengan proyeksi akan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat seiring percepatan penyerapan yang terus berjalan. Angka ini menunjukkan penguatan signifikan terhadap cadangan pangan nasional.