bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, spyware dapat bersembunyi di ponsel untuk memantau aktivitas pengguna dan mencuri informasi sensitif. Perangkat yang melambat, baterai cepat terkuras, atau aplikasi asing muncul bisa menjadi tanda peringatan, tetapi gejala tersebut tidak otomatis membuktikan ponsel terinfeksi.
Menurut Kaspersky, spyware dapat masuk melalui aplikasi berbahaya, tautan atau berkas dalam pesan phishing. Orang yang memiliki akses langsung ke ponsel juga dapat memasang aplikasi pengintai tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Performa yang menurun, aplikasi kerap macet, atau sistem operasi yang tampak bermasalah patut diperiksa. Spyware yang berjalan diam-diam di latar belakang juga dapat menguras baterai dan memakai lebih banyak data seluler untuk mengirim informasi.
Pengguna dapat memeriksa apakah ada aplikasi yang tidak dikenal atau pengaturan yang berubah tanpa sepengetahuan mereka, misalnya tampilan halaman utama. Ponsel yang terus-menerus terasa panas juga perlu diperhatikan, meski panas saat digunakan dalam batas wajar merupakan hal biasa.
Pop-up yang muncul secara acak bisa berkaitan dengan adware yang menyertai spyware. Kaspersky juga mengingatkan bahwa peramban palsu dapat digunakan untuk mencuri informasi login saat seseorang mengakses situs tertentu. Karena itu, kejanggalan ketika membuka aplikasi atau situs yang memerlukan kata sandi sebaiknya diperiksa.
Perangkat keamanan yang mendadak tidak aktif atau gagal dijalankan juga perlu diwaspadai karena malware dapat menyerang alat yang berpotensi mendeteksinya. Ponsel yang mati, menyala, memulai ulang, atau sulit dimatikan secara tiba-tiba juga dapat berkaitan dengan spyware maupun malware lain.
Bunyi statis atau suara tidak biasa saat menelepon turut disebut sebagai hal yang perlu dicermati. Namun, gangguan suara dapat disebabkan sinyal lemah dan bukan bukti pasti adanya penyadapan. Pesan berisi tautan atau berkas mencurigakan juga dapat menjadi upaya untuk membujuk pengguna memasang spyware, tetapi tidak dengan sendirinya menandakan perangkat sudah terinfeksi.
Laporan tersebut menyebut mode aman atau safe mode dalam pembahasan cara menangani spyware. Namun, langkah penanganan selanjutnya tidak tercantum dalam teks sumber yang tersedia. Nama menu dan cara mengaksesnya dapat berbeda menurut model ponsel dan versi Android.