bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:35 WIB

Tantangan untuk FIFA: Muncul Wacana Kompetisi Tandingan Piala Dunia

Redaksi 11 Agustus 2026 6 views
Tantangan untuk FIFA: Muncul Wacana Kompetisi Tandingan Piala Dunia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah anggota FIFA yang menuntut pengunduran diri Presiden Gianni Infantino dikabarkan mulai membahas kemungkinan pembentukan sebuah liga atau kompetisi yang menyaingi Piala Dunia.

Menurut pemberitaan The Telegraph, wacana pembentukan kompetisi tandingan ini telah mulai mengemuka di kalangan internal FIFA. Sebelumnya, konfederasi sepak bola seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF telah melontarkan ancaman untuk memboikot seluruh agenda FIFA, termasuk Piala Dunia, apabila Infantino tidak segera mengundurkan diri. Ancaman tersebut hingga kini masih berlaku.

Disebutkan bahwa diskusi mengenai kemungkinan adanya kompetisi alternatif ini masih berada pada tahap awal, namun tidak ada opsi yang dikesampingkan. Tiga dari delapan wakil presiden FIFA disebut-sebut telah memulai pembicaraan terkait rencana ini. Ketiga tokoh yang diduga terlibat dalam diskusi tersebut adalah Aleksander Ceferin selaku Presiden UEFA, Salman bin Ebrahim Al Khalifa dari AFC, dan Vittorio Montagliani dari CONCACAF.

Pernyataan bersama dari ketiga konfederasi tersebut kembali menegaskan desakan agar Infantino mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA. Keputusan Infantino yang dinilai mengajukan proposal penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise secara sepihak dianggap telah melampaui batas dan menimbulkan keraguan terhadap kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Selain itu, muncul pula dugaan mengenai pembayaran yang dilakukan Infantino kepada selingkuhannya saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, yang diduga bertujuan untuk memuluskan jalan kariernya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.