bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 05:58 WIB

Teknologi Modifikasi Cuaca Diterapkan BMKG Jatim untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Redaksi 20 Maret 2026 13 views
Teknologi Modifikasi Cuaca Diterapkan BMKG Jatim untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran
Ilustrasi: Teknologi Modifikasi Cuaca Diterapkan BMKG Jatim untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran

bytedaily - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meluncurkan program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk meredam risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik.

Pelaksanaan OMC yang berpusat di Lanudal Juanda, Surabaya, dari tanggal 16 hingga 25 Maret 2026, melibatkan tujuh sorti penerbangan dengan total 14 jam lebih. Menurut Supervisi BMKG, Alif Kurniawan, intervensi ini berhasil menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40% dibandingkan kondisi normal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap prediksi peningkatan curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, dipicu oleh dinamika atmosfer seperti MJO dan gelombang Kelvin.

Dalam operasi ini, sebanyak 6.800 kilogram bahan semai, terdiri dari natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO), disebarkan ke awan-awan potensial. Evaluasi awal menunjukkan penurunan signifikan pada kejadian hujan lebat (sekitar 70%) dan sangat lebat (sekitar 25%), dengan distribusi hujan yang lebih terkendali. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengapresiasi penerapan teknologi modifikasi cuaca sebagai bukti efektifitas sains dalam mitigasi bencana. Strategi penyemaian dirancang khusus: CaO digunakan untuk meredam pertumbuhan awan di daratan, sementara NaCl disebar di laut agar hujan menurunkan intensitasnya sebelum mencapai daratan. BMKG terus memantau dan mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terkini.