bytedaily - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan bahwa Bumi telah mencatat rekor peningkatan panas yang terperangkap pada tahun 2025, dengan 11 tahun terpanas terjadi dalam dekade terakhir (2015-2025). Data ini menyoroti ketidakseimbangan energi akibat emisi gas rumah kaca yang mencapai level tertinggi dalam 800.000 tahun.
Analisis data ilmiah terkini menunjukkan bahwa panas berlebih ini sebagian besar tersimpan di lautan, menyebabkan suhu air laut memecahkan rekor dan memicu fenomena cuaca ekstrem. Peningkatan permukaan air laut dan penyusutan lapisan es di kutub juga menjadi bukti nyata dari dampak pemanasan global ini.
Sekretaris Jenderal PBB menggarisbawahi bahwa kondisi ini adalah peringatan serius bagi peradaban manusia, menekankan bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil tidak hanya merusak stabilitas iklim tetapi juga keamanan global. Laporan ini menyerukan tindakan mitigasi dan adaptasi yang mendesak untuk mengatasi krisis iklim.