bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Telkom Lanjutkan Pemisahan Bisnis Infrastruktur Jaringan ke InfraNexia

Redaksi 01 Oktober 2026 15 views
Telkom Lanjutkan Pemisahan Bisnis Infrastruktur Jaringan ke InfraNexia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendapat persetujuan pemegang saham independen untuk memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Persetujuan itu diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Rabu (30/9/2026).

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan pembentukan InfraNexia sebagai perusahaan operasional untuk bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari strategi TLKM 30. Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan membuka peluang kemitraan strategis.

Menurut Nanang, pemisahan ini juga mendukung transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding dengan pola Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Model tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai dan memperkuat sinergi berkelanjutan antarbadan usaha.

Ia menyebut Spin-Off InfraCo sebagai upaya membentuk struktur bisnis yang lebih fokus serta memberi InfraNexia keleluasaan untuk berkembang. Telkom, kata Nanang, mengharapkan transformasi ini berdampak pada kinerja dan penciptaan nilai, sekaligus meningkatkan kontribusi bagi ekosistem digital Indonesia. RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan untuk memperkuat tata kelola dan mendukung agenda transformasi TLKM 30.

Telkom dan InfraNexia telah menandatangani akta pemisahan sebagai tahap penting penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2. Setelah persetujuan RUPSLB, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di Telkom dikonsolidasikan ke InfraNexia.

InfraNexia kini mencakup sekitar 112 ribu kilometer jaringan serat optik, termasuk 26 ribu kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik. Nilai transaksi pemisahan tersebut mencapai sekitar Rp85,7 triliun. Nanang mengatakan InfraNexia akan berfokus meningkatkan produktivitas aset dan memperbesar kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

Nanang berharap skala dan fokus bisnis yang lebih kuat memungkinkan InfraNexia mengelola infrastruktur secara optimal serta membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Ia menilai langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis yang lebih fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai lebih besar dari aset strategisnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.