Sebuah studi genomik besar yang dipublikasikan dalam jurnal terkemuka mengungkap korelasi genetik yang kuat antara durasi tidur yang sangat pendek (kurang dari enam jam per malam) dengan peningkatan signifikan risiko penyakit kardiovaskular (CVD), termasuk serangan jantung dan stroke. Temuan ini melampaui korelasi gaya hidup biasa, menunjukkan dasar biologis yang mendasari risiko tersebut.
Para peneliti dari jaringan kolaborasi internasional menganalisis data dari lebih dari 450.000 individu dalam Biobank Inggris, menggunakan teknik Genome-Wide Association Study (GWAS). Mereka berhasil mengidentifikasi lebih dari 20 lokus genetik baru yang secara signifikan terkait dengan kebiasaan tidur kurang dari enam jam. Lebih penting lagi, analisis Mendelian Randomization menunjukkan bahwa faktor genetik yang memicu tidur pendek adalah kausal, bukan hanya asosiatif.
Secara spesifik, varian genetik yang teridentifikasi menunjukkan peningkatan risiko CVD sekitar 15% pada kelompok mayoritas yang tidur kurang dari enam jam. Mekanisme yang diusulkan melibatkan jalur regulasi inflamasi dan kontrol tekanan darah yang dipengaruhi oleh ritme sirkadian yang terganggu akibat durasi tidur yang tidak memadai.
Penemuan ini memiliki implikasi klinis yang besar. Dokter kini dapat menilai individu dengan predisposisi genetik terhadap tidur pendek sebagai kelompok berisiko tinggi untuk pemantauan kardiovaskular yang lebih intensif, meskipun kebiasaan lain mereka tampak sehat. Studi ini menekankan bahwa tidur adalah pilar fundamental kesehatan, yang regulasinya diatur secara ketat oleh genom manusia.