bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Thailand Manfaatkan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian

Redaksi 04 Oktober 2026 13 views
Thailand Manfaatkan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, kecerdasan buatan (AI) semakin dimanfaatkan dalam industri durian Thailand untuk meningkatkan mutu buah dan mendukung ekspor ke China.

Di Chanthaburi, provinsi penghasil durian terbesar di Thailand, petani Nuttawoot Chanrueng menggunakan kamera, sensor, dan sistem pengelolaan data di kebunnya. Sebagian besar perangkat tersebut berasal dari China. Setiap pohon memiliki catatan digital mengenai kondisi pertumbuhannya, sedangkan teknologi Internet of Things (IoT) dan AI membantu mendeteksi masalah lebih dini serta memperbaiki pelacakan.

Teknologi itu membantu Chanrueng mengubah pengelolaan kebun yang sebelumnya mengandalkan pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang dapat dipantau dan dianalisis. Ia mengatakan, cara yang digunakan tetap mengacu pada pengetahuan generasi sebelumnya, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Pengamatan terhadap cara mereka mengelola kebun kemudian diolah menjadi data yang dapat ditampilkan dalam grafik.

Menurut Chanrueng, teknologi China diminati petani durian Thailand karena harganya terjangkau, mudah diperoleh, dan praktis digunakan. Teknologi tersebut juga menawarkan solusi siap pakai yang dapat diintegrasikan dengan AI secara bertahap.

China merupakan pasar terbesar bagi durian Thailand. Pada paruh pertama 2026, nilai ekspor durian Thailand ke negara itu hampir mencapai US$3,79 miliar. Di tengah persaingan yang meningkat dan persyaratan yang semakin ketat, Thailand menggunakan AI dan teknologi lain untuk menjaga konsistensi rasa durian.

Perusahaan swasta juga mulai memanfaatkan AI untuk menilai tingkat kematangan durian. Sementara itu, para peneliti mengembangkan sistem yang dapat menentukan kematangan buah tanpa perlu membelahnya.

Inisiatif Durian Digital Thailand telah membantu lebih dari 10 ribu petani menerapkan teknologi di kebun mereka. Program ini mencakup pencatatan budidaya secara digital, pengelolaan air cerdas, dan sejumlah sistem pendukung lainnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.