bytedaily
Selasa, 07 Juli 2026 - 04:07 WIB

Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Industri Akan Diperluas untuk Tampung Minat Investasi

Redaksi 07 Juli 2026 1 views
Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Industri Akan Diperluas untuk Tampung Minat Investasi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemerintah berencana melakukan ekspansi pada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada sektor industri. Langkah ini diambil menyusul hampir terisinya penuh lahan yang tersedia di ketiga kawasan tersebut, sehingga perluasan diperlukan untuk mengakomodasi tingginya minat investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang adalah tiga kawasan yang mengajukan perluasan. Rata-rata, pengajuan perluasan tersebut mencakup penambahan lahan hingga dua kali lipat dari luas yang dimiliki saat ini.

Menurut Susiwijono, tingginya antusiasme investor mendorong pemerintah untuk mempercepat proses perluasan kawasan. Selain itu, pemerintah juga berupaya menyelesaikan perizinan dasar yang meliputi tata ruang, izin lokasi, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga persetujuan bangunan gedung. Percepatan ini bertujuan agar investasi yang sudah menunggu dapat segera terealisasi.

Pemerintah menilai kondisi ini mengindikasikan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menarik, khususnya di sektor manufaktur. KEK Kendal menjadi salah satu contoh, yang kini telah menampung sekitar 140 industri. Ketersediaan lahan di KEK Kendal sudah habis, sementara investor baru masih dalam daftar tunggu.

Selain KEK Kendal, perkembangan positif juga tercatat di KEK Galang Batang di Kepulauan Riau dan KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara. Di KEK Sei Mangkei, bahkan perusahaan global Unilever dijadwalkan akan segera memulai proyek investasi baru yang ditandai dengan peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, realisasi investasi di seluruh KEK telah mencapai sekitar Rp 353,3 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 266 ribu orang. Pemerintah juga memperkirakan potensi investasi baru di kawasan-kawasan tersebut dapat mencapai sekitar Rp 846 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Susiwijono menambahkan bahwa tingginya minat investasi di KEK menunjukkan fundamental investasi Indonesia yang masih kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta menegaskan bahwa investasi langsung di sektor manufaktur di Indonesia masih sangat menjanjikan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.